Memuat...

Pemukim 'Israel' Bakar Rumah Keluarga Palestina di Jalud, Ratusan Masuki Al-Aqsha

Zarah Amala
Rabu, 30 September 2026 / 19 Rabiulakhir 1448 10:33
Pemukim 'Israel' Bakar Rumah Keluarga Palestina di Jalud, Ratusan Masuki Al-Aqsha
Pemukim Yahudi 'Israel' membakar dua rumah warga Palestina di dekat Nablus. (Foto: QNN)

NABLUS (Arrahmah.id) - Pemukim 'Israel' membakar dua rumah milik keluarga Palestina di Jalud, selatan Nablus, Tepi Barat, pada Selasa dini hari (29/9/2026), hanya beberapa jam setelah keluarga tersebut kembali ke rumah mereka usai hampir dua bulan terusir.

Keluarga Al-Tubasi sebelumnya meninggalkan rumah mereka pada Juli setelah berbulan-bulan menghadapi gangguan dan serangan berulang dari pemukim 'Israel'. Menurut kantor berita Palestina WAFA, sekelompok besar pemukim menyerang desa tersebut setelah keluarga itu kembali dan membakar kedua rumah hingga mengalami kerusakan parah.

Warga berupaya menghadang para penyerang sebelum pasukan 'Israel' tiba. Menurut sumber lokal yang dikutip WAFA, pasukan 'Israel' tidak menghentikan serangan tersebut dan justru memberikan perlindungan kepada para pemukim serta mengerahkan pasukan tambahan ke lokasi. Keluarga Al-Tubasi kemudian kembali dipaksa meninggalkan rumah mereka dengan todongan senjata.

Keluarga tersebut sebelumnya mendapat izin untuk kembali setelah putusan Mahkamah Agung 'Israel' yang memerintahkan agar mereka dapat menempati kembali rumahnya. Pemilik rumah, Mahmoud Al-Tubasi, mengatakan keluarga itu mendapati rumah mereka telah dirusak selama hampir dua bulan tidak dapat mengaksesnya.

Jalud dan sejumlah desa di sekitarnya di selatan Nablus kerap menjadi sasaran serangan pemukim, termasuk serangan terhadap warga, pengambilalihan lahan, serta perusakan rumah dan lahan pertanian.

Ratusan Pemukim Masuki Kompleks Al-Aqsha

Pada hari yang sama, ratusan pemukim 'Israel' memasuki kompleks Masjid Al-Aqsha melalui Gerbang Mughrabi di Yerusalem Timur yang diduduki, dengan pengawalan ketat polisi 'Israel'.

Aksi tersebut berlangsung pada hari keempat perayaan Sukkot. Menurut WAFA, para pemukim melakukan ritual dan doa Yahudi di halaman Al-Aqsa, disertai nyanyian dan tepuk tangan.

Sehari sebelumnya, sebanyak 1.731 pemukim dilaporkan memasuki kompleks Al-Aqsha di bawah perlindungan polisi 'Israel'. Otoritas 'Israel' juga menutup sejumlah jalan menuju Kota Tua dan Al-Aqsha untuk mengamankan pergerakan kelompok pemukim.

Pada Ahad, sekitar 1.500 pemukim dan rabi juga memasuki kompleks tersebut dan melakukan ritual keagamaan.

Serangkaian aksi tersebut disertai pembatasan terhadap warga Palestina. Sejumlah jalan menuju Kota Tua dan Al-Aqsha ditutup, sementara akses dan pergerakan warga di sekitar kawasan diperketat.

Warga Yerusalem Diserang di Gerbang Damaskus

Di Yerusalem Timur, sejumlah warga Palestina juga diserang pemukim 'Israel' di sekitar Gerbang Damaskus atau Bab al-Amud pada Selasa dini hari.

WAFA melaporkan para pemukim menyerang warga dengan memukul dan menyeret mereka. Serangan itu berlangsung ketika pasukan 'Israel' memperketat pengamanan dan menutup sejumlah jalan di sekitar Kota Tua.

Pengetatan juga terjadi di dalam Kota Tua. Masjid al-Omari di kawasan al-Sharaf ditutup dengan alasan pengamanan selama perayaan Sukkot. Sementara itu, berbagai pawai dan perayaan keagamaan Yahudi berlangsung di sekitar Tembok Barat.

Rentetan kejadian tersebut berlangsung pada hari yang sama: sebuah keluarga Palestina kembali terusir dari rumahnya di dekat Nablus setelah rumah mereka dibakar, sementara warga Yerusalem menghadapi serangan dan pembatasan pergerakan di sekitar Kota Tua dan Masjid Al-Aqsa. (zarahamala/arrahmah.id)