WASHINGTON (Arrahmah.id) - Keputusan Perdana Menteri 'Israel' Benjamin Netanyahu menolak rencana 15 poin yang diajukan oleh Dewan Perdamaian untuk masa depan Jalur Gaza terus memicu polemik politik, baik di tingkat regional maupun dalam hubungan bilateral 'Israel' dengan Amerika Serikat.
Dalam pernyataan resminya, Netanyahu menegaskan bahwa 'Israel' menolak rencana tersebut dan tidak akan menarik pasukan dari Gaza sebelum perlucutan senjata total dilakukan terhadap faksi-faksi perlawanan. Sikap keras ini sejalan dengan pernyataan Menteri Energi 'Israel' Eli Cohen, yang menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mundur dari posisi militer yang ada di lapangan meski menghadapi tekanan internasional.
Para analis menilai langkah Netanyahu sarat dengan motif politik domestik, terutama menjelang pemilihan umum parlemen 'Israel' yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Oktober 2026. Keputusan Hamas yang secara terbuka menerima kerangka kerja damai tersebut dinilai di luar perkiraan Netanyahu, sehingga ia memilih menempuh jalur penolakan untuk mempertahankan dukungan dari koalisi sayap kanan.
Pakar politik Amerika Serikat, Mark Katz, menilai sikap keras kepala ini berpotensi membuat Presiden AS Donald Trump meradang karena dapat merusak kredibilitas diplomatik Washington. Menurutnya, Trump menanggung beban politik yang besar di tengah berbagai krisis regional, termasuk ketegangan dengan Iran, sementara dinamika politik di AS sendiri, khususnya di kalangan pemilih muda dan Partai Demokrat, mulai menunjukkan pergeseran pandangan yang semakin kritis terhadap kebijakan pemerintah 'Israel'.
Senada dengan hal tersebut, pengamat luar negeri berpendapat bahwa Netanyahu terbiasa memanfaatkan isu keamanan dan konflik Gaza sebagai instrumen kampanye, meski langkah itu berisiko menguji kesabaran sekutu utamanya di Gedung Putih. Kendati demikian, Washington melalui Komando Pusat AS (CENTCOM) tetap menyatakan komitmennya untuk mengawal pelaksanaan peta jalan damai tersebut demi meredam eskalasi lanjutan di kawasan. (zarahamala/arrahmah.id)
