Memuat...

“Perang Sudah Berakhir” Kata Trump ke Kongres, Tapi AS Tegaskan Ancaman Iran Masih Besar

Samir Musa
Sabtu, 2 Mei 2026 / 15 Zulkaidah 1447 07:38
“Perang Sudah Berakhir” Kata Trump ke Kongres, Tapi AS Tegaskan Ancaman Iran Masih Besar
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan kepada Kongres bahwa operasi terhadap Iran telah berakhir (Agence France-Presse / AFP).

WASHINGTON (Arrahmah.id) – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan kepada Kongres bahwa seluruh “operasi permusuhan” terhadap Iran yang dimulai pada 28 Februari lalu kini resmi berakhir, bertepatan dengan berakhirnya batas waktu pelaporan berdasarkan Undang-Undang Kewenangan Perang, dikutip dari Al Jazeera.

Dalam surat resminya, Trump menegaskan bahwa sejak 7 April tidak terjadi lagi baku tembak antara pasukan AS dan Iran setelah diumumkannya gencatan senjata sementara selama dua pekan. Namun ia tetap memperingatkan bahwa ancaman dari Iran terhadap Amerika Serikat dan militer AS masih “signifikan”.

Trump juga menyebut bahwa Departemen Pertahanan AS (Pentagon) terus melakukan penyesuaian penempatan pasukan di berbagai wilayah sesuai kebutuhan strategis. Ia menegaskan akan tetap memberi laporan kepada Kongres terkait perubahan status militer sesuai aturan hukum yang berlaku.

Langkah ini muncul di tengah kewajiban hukum berdasarkan Undang-Undang Kewenangan Perang 1973, yang membatasi operasi militer presiden tanpa persetujuan Kongres hingga 60 hari, dengan kemungkinan perpanjangan 30 hari dalam kondisi tertentu. Batas waktu tersebut dilaporkan telah berakhir pada awal Mei.

Di sisi lain, sejumlah anggota Partai Republik di Kongres disebut hampir secara bulat menolak upaya untuk menghentikan atau membatasi operasi tersebut. Sementara itu, dampak konflik sebelumnya dilaporkan telah menimbulkan korban jiwa, kerugian ekonomi besar, serta gangguan pada pasar energi global.

Sejumlah survei juga menunjukkan bahwa publik Amerika tidak memberikan dukungan luas terhadap eskalasi militer dengan Iran, terutama di tengah meningkatnya tekanan ekonomi dan menjelang pemilu paruh waktu mendatang.

Meski Trump menyatakan operasi telah berakhir, ia tetap membuka kemungkinan adanya langkah militer lanjutan jika situasi kembali memanas.

(Samirmusa/arrahmah.id)