Memuat...

Pribadi Agung

Oleh Ustadz Farid OkbahDa'i dan Ulama Nasional
Sabtu, 14 Maret 2026 / 25 Ramadan 1447 16:49
Pribadi Agung
Pribadi Agung

(Arrahmah.id) - Tidak ada manusia yang lebih hebat dari Nabi Muhammad ﷺ. Beliau dipuji oleh Allah

karena keagungan akhlaknya:


وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ


“Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur.”
(QS. Al-Qalam: 4)

Sebagai umatnya, kita wajib meneladani beliau:

لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا


“Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu,
(yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan hari Kiamat
serta yang banyak mengingat Allah.”
(QS. Al-Ahzab: 21)

Aisyah radhiyallahu ‘anha ketika ditanya tentang akhlak Rasulullah ﷺ menjawab:

كَانَ خُلُقُهُ القُرْآنُ


“Akhlaknya adalah Al-Qur'an.”

Hebat pribadinya dan hebat pula pengaruhnya. Semua orang di lingkarannya menjadi
orang-orang hebat: keluarga, menantu, mertua dan para sahabatnya.

مُّحَمَّدٌ رَّسُولُ اللَّهِ ۚ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ ...


“Muhammad adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengannya
bersikap keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka...”
(QS. Al-Fath: 29)

Bahkan pengakuan tokoh non-Muslim juga mengakui keagungan beliau.
Dalam buku The 100: A Ranking of the Most Influential Persons in History
karya Michael H. Hart, Nabi Muhammad ﷺ ditempatkan sebagai tokoh nomor satu
paling berpengaruh sepanjang sejarah.

Namun banyak dari kita mengaku mengikuti sunnah beliau, meskipun dalam
kenyataannya masih jauh dari teladan tersebut.


كُلُّ أُمَّتِي يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ أَبَى


“Semua umatku akan masuk surga kecuali yang enggan.”
Para sahabat bertanya: “Siapa yang enggan wahai Rasulullah?”
Beliau menjawab: “Barang siapa mentaatiku maka ia masuk surga,
dan barang siapa mendurhakaiku maka dialah yang enggan.”
(HR. Bukhari)

Kisah Sahabat Tsauban


Sahabat Tsauban radhiyallahu ‘anhu pernah menangis sepanjang malam
karena takut tidak dapat bertemu Rasulullah ﷺ di akhirat.
Ia khawatir jika kelak berada di tingkat surga yang berbeda.

Rasulullah ﷺ kemudian memberi nasihat agar tidak meminta-minta kepada manusia.
Sejak saat itu Tsauban selalu berusaha mengambil kebutuhannya sendiri,
bahkan ketika pecutnya jatuh dari kendaraannya.

Tiga Hal yang Menghancurkan dan Menyelamatkan



ثَلاثٌ مُهْلِكَاتٌ وَثَلاثٌ مُنْجِيَاتٌ


Tiga perkara yang menghancurkan:

  • Sifat kikir yang diikuti

  • Mengikuti hawa nafsu

  • Bangga terhadap diri sendiri


Tiga perkara yang menyelamatkan:

  • Takut kepada Allah dalam keadaan tersembunyi dan terang-terangan

  • Bersikap sederhana ketika miskin maupun kaya

  • Bersikap adil ketika marah maupun senang



Pengakuan Seorang Jenderal


Dalam Muktamar Internasional Sirah Nabawiyah di Doha tahun 1979,
HAMKA menceritakan pengalaman Jenderal A.H. Nasution.

Ketika ditanya wartawan siapa idolanya, beliau menjawab:
Nabi Muhammad ﷺ.

Beliau berkata:

“Banyak jenderal hebat ketika perang tetapi tidak hebat ketika damai.
Namun Nabi Muhammad hebat ketika perang dan juga hebat ketika damai.”

Karena itu kita harus terus menggali nilai-nilai kemuliaan dari kehidupan Rasulullah ﷺ:
akhlaknya, perjuangannya, kepemimpinannya dan peradabannya.


قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ


“Katakanlah: Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku,
niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.”
(QS. Ali Imran: 31)

Semoga Allah memampukan kita untuk meneladani Rasulullah ﷺ
dalam kehidupan kita. Amin.

(*/arrahmah.id)