KABUL (Arrahmah.id) - Ratusan warga Kabul menggelar protes menentang serangan rezim militer Pakistan di beberapa wilayah Afghanistan.
Para demonstran, yang meneriakkan slogan-slogan anti-Pakistan, juga menekankan dukungan mereka terhadap pasukan pertahanan negara, lansir Tolo News (7/3/2026).
Baryalai Amin, seorang demonstran, mengatakan: “Rakyat Afghanistan berkomitmen untuk melawan segala bentuk agresi. Kami berdiri bersama Imarah Islam Afghanistan dan mendukung pengorbanan para Mujahidin di garis depan perang.”
Ahmad Shah Alokozai, seorang demonstran, mengatakan: “Kami, warga kota Kabul, mendukung pemerintah Imarah Islam Afghanistan melawan agresi nyata rezim militer Pakistan. Kami siap membela setiap inci tanah kami dari serangan Pakistan.”
Mohammad Taher Khalili, seorang demonstran, mengatakan: “Kami, rakyat Afghanistan, berkomitmen untuk melawan setiap agresi, siapa pun pelakunya, dan kami tidak akan membiarkan siapa pun melanggar wilayah kami.”
Beberapa peserta lain dalam pertemuan tersebut mengatakan bahwa serangan rezim militer Pakistan terhadap warga sipil di Afghanistan bertentangan dengan standar hak asasi manusia dan menyerukan kepada organisasi hak asasi manusia untuk tidak tinggal diam dalam masalah ini.
Khushal, seorang demonstran, mengatakan: “Pakistan telah melanggar kedaulatan Afghanistan yang bertentangan dengan semua prinsip, dan rakyat Afghanistan tidak menerima ini. Rakyat Afghanistan akan membela diri terhadapnya.”
Homayoun Hotak, seorang demonstran, mengatakan: “Anda dapat melihat bahwa orang-orang memprotes penindasan Pakistan karena warga Afghanistan yang tidak bersalah telah menjadi martir, yang bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam.”
Protes ini diadakan di Kabul, sementara sebelumnya sejumlah warga di provinsi Takhar, Nimroz, Paktia, Khost, dan Paktika juga mengadakan demonstrasi menentang serangan rezim militer Pakistan dan menyatakan dukungan untuk pasukan Imarah Islam Afghanistan. (haninmazaya/arrahmah.id)
