Memuat...

Relawan Internasional Jadi Sasaran: Pemukim 'Israel' Serang Desa Qusra dan Bakar Rumah di Jalud

Zarah Amala
Sabtu, 28 Februari 2026 / 11 Ramadan 1447 12:00
Relawan Internasional Jadi Sasaran: Pemukim 'Israel' Serang Desa Qusra dan Bakar Rumah di Jalud
Para pemukim membakar mobil dan tenda warga Palestina di desa Susya dekat Hebron pada 25 Februari (Reuters)

NABLUS (Arrahmah.id) - Eskalasi kekerasan oleh pemukim ilegal 'Israel' kembali mengguncang wilayah Nablus, Tepi Barat Utara, pada Jumat (27/2/2026). Serangan ini mengakibatkan dua relawan internasional terluka di desa Qusra dan pembakaran sejumlah rumah warga di desa Jalud.

Menurut laporan Anadolu, sekelompok pemukim menyerang para aktivis asing yang sedang berada di area Ras al-Ain, desa Qusra, untuk menunjukkan solidaritas terhadap penduduk setempat. Para relawan tersebut dipukuli, mengakibatkan seorang wanita lansia (71) dan seorang pria (51) mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit oleh Bulan Sabit Merah Palestina sebelum diserahkan ke tim medis 'Israel' (Magen David Adom).

Di saat yang hampir bersamaan, serangan brutal terjadi di desa Jalud. Saksi mata melaporkan bahwa pemukim melempari rumah-rumah warga dengan batu sebelum akhirnya membakar beberapa di antaranya. Serangan ini memicu kepanikan luar biasa di kalangan penduduk, terutama karena armada militer 'Israel' dilaporkan berada di pintu masuk desa saat aksi pembakaran berlangsung namun tidak melakukan intervensi.

Kecaman Internasional dan Data Kekerasan

Menanggapi situasi yang kian tak terkendali, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dalam pertemuan darurat di Jeddah menyatakan akan mengambil langkah politik dan hukum yang diperlukan, termasuk membawa masalah ini ke Dewan Keamanan PBB dan pengadilan internasional.

Kantor Hak Asasi Manusia PBB di Palestina mencatat tren yang mengkhawatirkan. Kekerasan pemukim terus meningkat tanpa hambatan di tengah lingkungan yang "bebas dari hukuman."

Otoritas Perlawanan Tembok dan Pemukiman Palestina mencatat 468 serangan hanya dalam bulan Januari lalu.

Sejak perang di Gaza meletus, sedikitnya 1.117 warga Palestina tewas dan lebih dari 11.500 terluka di Tepi Barat akibat tindakan militer dan pemukim 'Israel'.

PBB mendesak pengakhiran pendudukan secara menyeluruh, penghentian ekspansi pemukiman, serta evakuasi pemukim dari wilayah Tepi Barat guna menghentikan siklus kekerasan yang kian mematikan ini. (zarahamala/arrahmah.id)