WASHINGTON (Arrahmah.id) – Sejumlah tokoh konservatif Amerika Serikat yang selama ini dikenal sebagai pendukung Presiden Donald Trump mulai merintis pembentukan gerakan politik baru di luar dua partai utama AS. Langkah tersebut dinilai sebagai upaya menantang dominasi Partai Republik sekaligus mengusung kebijakan luar negeri yang lebih anti-perang.
Dilansir dari Politico, pertemuan yang berlangsung akhir pekan lalu digelar di kediaman komentator konservatif Tucker Carlson di negara bagian Maine. Hadir dalam pertemuan itu anggota Kongres Thomas Massie, mantan anggota Kongres Marjorie Taylor Greene, mantan pejabat keamanan nasional Joe Kent, serta sejumlah tokoh konservatif lainnya.
Pertemuan tersebut menjadi titik awal pembahasan mengenai kemungkinan membentuk organisasi politik baru, bahkan membuka peluang mengusung calon presiden independen pada Pemilu AS 2028.

Marjorie Taylor Greene menegaskan bahwa gerakan tersebut lahir dari kekecewaan terhadap arah kebijakan Trump, khususnya terkait keterlibatan Amerika Serikat dalam konflik luar negeri.
"Kami mengatakan tidak ada lagi perang di luar negeri, dan kami sungguh-sungguh. Kami mendukung Donald Trump karena ia menjanjikan hal itu. Namun ia telah mengkhianati kami semua. Gerakan ini telah dimulai," tulis Greene melalui akun media sosialnya.

Sementara itu, Joe Kent mengungkapkan bahwa para peserta pertemuan membahas berbagai langkah untuk mengorganisasi oposisi terhadap kebijakan perang Amerika, terutama setelah meningkatnya ketegangan dengan Iran.
"Masih banyak pekerjaan organisasi yang harus dilakukan. Mendirikan partai ketiga memang sulit, tetapi bukan tidak mungkin. Sistem politik yang ada saat ini sudah tidak lagi berjalan sebagaimana mestinya, sehingga kami harus menciptakan sesuatu yang baru untuk menyelamatkan negara ini," ujarnya dalam sebuah wawancara.
Carlson, Greene, dan Massie sebelumnya merupakan pendukung Trump pada Pemilu 2024. Namun hubungan mereka dengan Presiden AS itu memburuk selama masa jabatan keduanya, terutama karena pemerintahan Trump terus mengoordinasikan operasi militer bersama "Israel" di Timur Tengah.
Greene dan Massie juga secara terbuka mengkritik Trump karena menolak membuka dokumen penyelidikan federal terkait Jeffrey Epstein, yang semakin memperdalam ketegangan di antara mereka.
Meski sejumlah peserta pertemuan mendorong Tucker Carlson maju sebagai calon presiden pada Pemilu 2028, Joe Kent mengatakan Carlson menegaskan dirinya belum memiliki niat untuk mencalonkan diri.
"Kami berharap suatu hari Tucker bangun dan memutuskan untuk maju," kata Kent.
Apabila benar terbentuk, gerakan politik tersebut diperkirakan akan menjadikan kebijakan luar negeri sebagai agenda utama. Kent mengatakan fokus mereka adalah mengakhiri keterlibatan Amerika dalam perang-perang di luar negeri.
"Kami sepakat bahwa kami tidak ingin 'Israel' mendikte kebijakan luar negeri Amerika Serikat, dan kami tidak menginginkan perang-perang baru di luar negeri," ujarnya.
Meski demikian, peluang partai ketiga untuk bersaing dalam pemilihan presiden Amerika Serikat masih menghadapi tantangan besar. Sistem pemilu AS mewajibkan setiap kandidat independen atau partai baru memenuhi persyaratan administrasi yang berbeda di setiap negara bagian agar dapat masuk ke surat suara.
Salah satu contoh terbaru adalah pencalonan independen Robert F. Kennedy Jr. pada Pemilu 2024. Namun, ia akhirnya mengakhiri kampanyenya sebelum hari pemungutan suara dan menyatakan dukungan kepada Donald Trump.
(Samirmusa/arrahmah.id)
