KABUL (Arrahmah.id) - Kepala Departemen Proyek Energi Internasional untuk rute Turkmenistan–Afghanistan–Pakistan menyatakan bahwa penyelesaian saluran transmisi listrik 500 kilovolt Kerki–Kabul akan memungkinkan pengiriman listrik hingga 800 megawatt dari Turkmenistan ke Afghanistan.
Murad Artykov, saat berbicara dalam konferensi Oil and Gas of Turkmenistan 2026, mengatakan bahwa saluran transmisi tersebut membentang sepanjang 711 kilometer. Bagian Sheberghan–Dasht-e-Alwan diperkirakan akan rampung dalam beberapa bulan mendatang, sementara bagian Dasht-e-Alwan–Arghandi dijadwalkan selesai pada Mei–Juni tahun depan, lansir Tolo News (23/10/2026).
Artykov menuturkan: “Dengan terlaksananya proyek transmisi listrik Kerki–Kabul, secara teknis dimungkinkan untuk menyalurkan listrik hingga 800 megawatt dari Turkmenistan ke Afghanistan, sehingga menciptakan lebih banyak peluang untuk memenuhi kebutuhan listrik di Kabul.”
Ia juga menyampaikan bahwa proyek transmisi listrik Turkmenistan–Afghanistan–Pakistan, yang dikenal sebagai TAP, akan dilaksanakan dalam tiga tahap.
Saluran transmisi 220 kilovolt direncanakan untuk wilayah Afghanistan, sedangkan saluran 500 kilovolt ditujukan untuk menyalurkan listrik ke Pakistan.
Menurut Artykov, lebih dari 50 dokumen telah ditandatangani terkait proyek ini, dan peta jalan untuk kelanjutan pekerjaan di Afghanistan diharapkan akan disepakati antara Kementerian Energi Turkmenistan dan Kementerian Air dan Energi Afghanistan.
Amanullah Ghalib, mantan kepala Da Afghanistan Breshna Sherkat (DABS)—perusahaan listrik Afghanistan—mengatakan: “Proyek TAP menawarkan banyak manfaat bagi Afghanistan, termasuk akses terhadap listrik berkualitas tinggi dengan harga terjangkau, pendapatan dari biaya transit tahunan untuk penyaluran 300 megawatt listrik, serta peluang bagi Afghanistan untuk menjadi jembatan yang menghubungkan Asia Tengah dan Asia Selatan.”
Sementara itu, DABS menyatakan bahwa pembangunan saluran transmisi listrik 500 kilovolt Kerki–Kabul diperkirakan akan rampung dalam sepuluh bulan ke depan. Menurut juru bicara perusahaan, setelah proyek ini rampung, kapasitas transmisi listrik ke Kabul akan mencapai antara 1.000 hingga 1.500 megawatt, yang mampu memenuhi kebutuhan listrik ibu kota tersebut.
Ia menambahkan bahwa kemungkinan transmisi listrik dari Turkmenistan ke Pakistan melalui Afghanistan juga tengah dipertimbangkan.
Mohammad Sadiq Haqparast, juru bicara DABS, mengatakan: “Seperti proyek CASA-1000, proyek ini akan memfasilitasi transmisi listrik dari Turkmenistan ke Afghanistan dan Pakistan. Afghanistan akan menerima pasokan listrik melalui proyek ini, yang sekaligus akan memperkuat konektivitas regional.”
Afghanistan bergantung pada impor listrik dari negara-negara tetangga untuk memenuhi permintaan dalam negeri, dan penyelesaian proyek ini dapat meningkatkan kapasitas negara tersebut dalam menerima listrik dari Turkmenistan. (haninmazaya/arrahmah.id)
