Memuat...

Sejarah Baru Amerika Serikat: Simpati Warga AS Kini Lebih Besar kepada Palestina Dibanding 'Israel'

Zarah Amala
Sabtu, 28 Februari 2026 / 11 Ramadan 1447 11:45
Sejarah Baru Amerika Serikat: Simpati Warga AS Kini Lebih Besar kepada Palestina Dibanding 'Israel'
Sebuah jajak pendapat Universitas Harvard yang dilakukan pada akhir tahun lalu menunjukkan bahwa 60% Generasi Z lebih memilih Hamas daripada 'Israel' (Getty).

WASHINGTON (Arrahmah.id) - Untuk pertama kalinya dalam sejarah, dukungan masyarakat Amerika Serikat terhadap 'Israel' mengalami penurunan drastis, sementara empati terhadap warga Palestina terus meroket. Berdasarkan jajak pendapat terbaru yang dirilis oleh lembaga riset ternama Gallup, sebanyak 41% warga Amerika menyatakan lebih berpihak kepada Palestina, mengungguli dukungan terhadap Israel yang turun menjadi 36%.

Pergeseran ini dianggap sebagai titik balik fundamental dalam kebijakan dan peta politik AS setelah berpuluh-puluh tahun didominasi oleh dukungan penuh terhadap 'Israel'. Sebagai perbandingan, hanya dalam kurun waktu tiga tahun lalu, pendukung Israel masih berada di angka 54% sementara Palestina hanya 31%.

Hasil riset menunjukkan adanya perpecahan tajam di dalam internal partai pendukung pemerintah (Demokrat). Dua pertiga pendukung Demokrat kini lebih bersimpati kepada Palestina, sementara dukungan mereka terhadap 'Israel' merosot tajam hingga ke angka 20%.

Kelompok ini mencatatkan rekor terendah dalam sejarah dukungan terhadap Israel, di mana 40% memilih mendukung Palestina berbanding 30% untuk 'Israel'. Satu-satunya kelompok yang masih mempertahankan dukungan kuat terhadap Israel dengan persentase sekitar 70%, meski mulai menunjukkan penurunan tipis.

Benedict Vigers, editor senior berita global di Gallup, menjelaskan bahwa "celah yang dulu sangat lebar kini telah lenyap hanya dalam beberapa tahun." Para analis menyebutkan bahwa respons militer 'Israel' yang dianggap "tidak proporsional" di Jalur Gaza menjadi pemicu utama. Laporan mengenai tewasnya lebih dari 72.000 warga Palestina—yang mayoritas adalah perempuan dan anak-anak, memicu gelombang protes besar di panggung politik Amerika.

Selain itu, sosok Perdana Menteri 'Israel', Benjamin Netanyahu, turut menjadi penyebab retaknya dukungan tersebut. Popularitas Netanyahu di mata warga AS merosot 15 poin akibat perselisihan lamanya dengan pemerintahan Barack Obama serta kedekatannya yang ekstrem dengan Donald Trump.

Jajak pendapat ini juga menyingkap perbedaan pandangan yang sangat mencolok berdasarkan usia. Setengah dari populasi anak muda AS yang berusia 18-34 tahun, kini berpihak pada Palestina, sementara hanya seperempat yang mendukung 'Israel'. Tren ini tercermin dari maraknya demonstrasi mahasiswa di berbagai universitas AS sepanjang tahun 2024.

Untuk pertama kalinya, kelompok usia menengah (35-54 tahun) menunjukkan kecenderungan simpati kepada Palestina, sedangkan Kelompok Senior (di atas 55 tahun), masih menjadi basis terkuat bagi 'Israel', meskipun dukungan mereka tidak lagi sekuat tahun-tahun sebelumnya. (zarahamala/arrahmah.id)