Memuat...

Serangan Udara Afghanistan Menargetkan Pusat Komando FC Pakistan di Balochistan

Hanin Mazaya
Kamis, 5 Maret 2026 / 16 Ramadan 1447 19:41
Serangan Udara Afghanistan Menargetkan Pusat Komando FC Pakistan di Balochistan
(Foto: Tolo News)

BALOCHISTAN (Arrahmah.id) - Bentrokan antara Afghanistan dan Pakistan telah memasuki hari kedelapan. Kementerian Pertahanan mengatakan sebuah operasi telah dilakukan terhadap pusat komando umum Korps Perbatasan (FC) Pakistan, yang dikenal sebagai "Ghazaband," di Kuchlak, Balochistan.

Wakil juru bicara Kementerian Pertahanan menambahkan bahwa beberapa serangan balasan lainnya telah dilakukan terhadap pasukan Pakistan dalam 24 jam terakhir, yang mengakibatkan hancurnya 12 pos pemeriksaan dan posisi militer, dengan 41 tentara tewas dan 53 lainnya terluka.

Kementerian juga menyatakan bahwa angka yang dirilis oleh organisasi Pakistan mengenai korban jiwa di antara pasukan Imarah Islam tidak akurat dan merupakan bagian dari propaganda, lansir Tolo News (5/3/2026).

Sediqullah Nusrat, wakil juru bicara Kementerian Pertahanan, mengatakan: “Angkatan udara Kementerian Pertahanan Imarah Islam melakukan serangan udara pagi ini sekitar pukul delapan di daerah Kuchlak, Balochistan, menargetkan pusat komando umum pasukan militer Pakistan yang dikenal sebagai ‘Ghazaband.’

Dalam serangan ini, kantor komando musuh dan barak tentara menjadi sasaran. Puluhan tentara FC tewas dan terluka, dan bangunan pusat ini mengalami kerusakan berat.”

Menurut kementerian, tiga anggota pasukan ImarahIslam gugur dan tujuh lainnya terluka selama bentrokan tersebut.

Sementara itu, juru bicara Korps Angkatan Darat Khalid bin Walid ke-201 mengatakan bahwa pertempuran antara pasukan Imarah Islam Afghanistan dan militer Pakistan juga dimulai tadi malam di penyeberangan Torkham.

Hazrat Mir, seorang pengungsi, mengatakan: “Pemerintah Pakistan menyerang warga Afghanistan yang tidak bersalah dan menewaskan warga sipil dan anak-anak. Mereka membom kamp Omari dan juga menggunakan pesawat untuk membom pos militer di seberang jalan. Pemboman berlanjut hingga pagi hari, dan baik anak-anak maupun kami tidak dapat tidur.”

Pengungsi lain, Shinwari, mengatakan: “Pada Kamis malam setelah salat Tarawih, tragedi ini dimulai. Pertempuran dimulai di Torkham dan orang-orang mengungsi. Beberapa pergi ke kamp Lal Pur sementara yang lain pergi ke rumah-rumah terdekat. Pertempuran sengit berlanjut di Torkham hingga siang hari.”

Meskipun bentrokan antara Kabul dan Islamabad terus berlanjut, masih belum jelas apakah kedua pihak akan memulai pembicaraan.

Analis politik percaya bahwa kelanjutan ketegangan dan pertempuran akan berdampak negatif bagi kedua negara.

Muqaddam Amin, seorang analis politik, mengatakan: “Kelanjutan perang ini tidak menguntungkan kedua belah pihak. Keputusan perlu dibuat di tingkat kepemimpinan tertinggi untuk menemukan solusi yang tepat untuk mengakhiri perang.”

Perkembangan ini terjadi ketika presiden Turki, dalam percakapan telepon dengan perdana menteri Pakistan, mengatakan bahwa Ankara siap membantu memulihkan gencatan senjata antara Afghanistan dan Pakistan, sebuah proses di mana Turki sebelumnya telah memainkan peran. (haninmazaya/arrahmah.id)