Memuat...

Serangan Udara 'Israel' di Jalur Gaza Tewaskan Petugas Kepolisian dan Warga Sipil

Zarah Amala
Sabtu, 27 Juni 2026 / 12 Muharam 1448 10:59
Serangan Udara 'Israel' di Jalur Gaza Tewaskan Petugas Kepolisian dan Warga Sipil
Seorang anak yang terluka akibat tembakan 'Israel' dipindahkan ke Gaza selatan karena pendudukan terus melanggar gencatan senjata (AFP).

GAZA (Arrahmah.id) - Serangan militer 'Israel' yang berkelanjutan di Jalur Gaza kembali memakan korban jiwa pada Jumat (26/6/2026). Serangan pesawat nirawak yang menyasar sebuah kendaraan sipil di kamp pengungsi Maghazi, Gaza tengah, dilaporkan menewaskan tiga orang yang diidentifikasi sebagai perwira dan anggota kepolisian Palestina.

Saksi mata yang berada di lokasi kejadian mengungkapkan bahwa drone militer 'Israel' menembakkan setidaknya dua rudal ke arah kendaraan tersebut, yang mengakibatkan mobil terbakar hebat dan menelan korban jiwa serta korban luka. Kementerian Dalam Negeri di Gaza mengonfirmasi identitas para korban sebagai aparat kepolisian, namun tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Selain insiden di Gaza tengah, serangan 'Israel' juga terjadi di wilayah lain.

Seorang warga sipil Palestina tewas dibunuh oleh drone 'Israel' di Beit Lahia saat ia tengah mengumpulkan kayu bakar di dekat posisi militer 'Israel'. Perlu diketahui, militer 'Israel' saat ini menduduki sekitar 70% wilayah Gaza dan memberlakukan Garis Kuning, sebuah zona keamanan yang melarang warga Palestina mendekat.

Seorang warga bernama Walid Majdi Haniyeh dilaporkan meninggal dunia pada Kamis (25/6) akibat serangan drone di lingkungan Al-Nasr, barat Kota Gaza.

Di bagian selatan, seorang pemuda terluka sedang akibat tembakan langsung dari militer 'Israel' di lingkungan Hay al-Namsawi. Selain itu, kendaraan militer 'Israel' juga dilaporkan melepaskan tembakan senapan mesin secara intensif ke arah permukiman warga di wilayah selatan dan barat kota tersebut.

Tindakan militer ini menambah panjang daftar penderitaan warga Gaza. Data dari Kementerian Kesehatan Palestina mencatat bahwa sejak gencatan senjata yang disepakati pada 11 Oktober lalu terus dilanggar oleh pihak 'Israel', setidaknya 1.031 warga Palestina telah gugur dan 3.309 lainnya luka-luka.

Secara kumulatif, sejak dimulainya agresi militer pada 7 Oktober 2023, jumlah korban jiwa telah mencapai lebih dari 73.000 orang dengan lebih dari 173.000 orang terluka. Konflik ini juga telah meluluhlantakkan sekitar 90% infrastruktur sipil di seluruh Jalur Gaza, menciptakan krisis kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya di wilayah tersebut. (zarahamala/arrahmah.id)