Memuat...

Sheikh Hasina Ingin Pulang ke Bangladesh Namun Takut Dibunuh

Hanoum
Kamis, 30 Juli 2026 / 16 Safar 1448 04:31
Sheikh Hasina Ingin Pulang ke Bangladesh Namun Takut Dibunuh
Sheikh Hasina. [Foto: Reuters]

NEW DELHI (Arrahmah.id) -- Mantan Perdana Menteri Bangladesh, Sheikh Hasina, menyatakan keinginannya untuk kembali ke negaranya namun dia mengatakan ada ancaman penangkapan, hukuman penjara, bahkan risiko dibunuh. Pernyataan tersebut disampaikan Hasina dari India, tempat ia berada sejak digulingkan dari kekuasaan pada 2024, di tengah meningkatnya tekanan politik dan tuntutan hukum terhadap dirinya dari pemerintah Bangladesh saat ini.

Dalam pernyataan yang dikutip NDTV (29/7/2026), Hasina menegaskan bahwa dirinya tidak akan tinggal di pengasingan selamanya. Ia mengaku terus menerima panggilan dari para pendukungnya di Bangladesh yang menginginkan kepulangannya.

Menurut Hasina, kecintaannya terhadap rakyat Bangladesh lebih besar daripada ketakutannya terhadap ancaman yang mungkin dihadapi sekembalinya ke tanah air.

"Saya ingin kembali ke Bangladesh. Saya mungkin akan dibunuh, saya mungkin dipenjara, tetapi rakyat saya terus memanggil saya untuk pulang," kata Sheikh Hasina dalam sebuah pernyataan yang dikutip Firstpost.

Pernyataan tersebut muncul ketika hubungan antara Hasina dan pemerintahan Bangladesh yang baru semakin memburuk.

Pemerintah transisi yang berkuasa setelah penggulingannya telah mengajukan permintaan ekstradisi kepada India dan membuka sejumlah penyelidikan hukum terhadap mantan pemimpin yang memimpin Bangladesh selama lebih dari 15 tahun itu.

Otoritas Bangladesh menuduh Hasina dan sejumlah mantan pejabat terlibat dalam berbagai pelanggaran selama masa pemerintahannya, tuduhan yang dibantah oleh kubu Hasina.

Menteri Hukum Bangladesh sebelumnya menyatakan bahwa jika Hasina kembali ke negaranya, ia dapat menghadapi proses hukum dan kemungkinan hukuman penjara.

Menurut Reuters, pemerintah Bangladesh menegaskan bahwa tidak ada seorang pun yang berada di atas hukum, termasuk mantan kepala pemerintahan. Namun para pendukung Hasina menilai proses hukum yang sedang berjalan bermuatan politik dan bertujuan menghalanginya kembali ke panggung politik nasional.

Dalam wawancara yang dikutip Hindustan Times, Hasina mengatakan bahwa dorongan terbesar untuk kembali berasal dari rakyat yang masih mendukungnya.

"Rakyat saya memanggil saya. Saya tidak bisa melupakan mereka. Bangladesh adalah negara saya dan saya ingin kembali," ujar Hasina.

Sheikh Hasina melarikan diri ke India setelah gelombang demonstrasi besar yang mengguncang Bangladesh dan berujung pada berakhirnya pemerintahannya.

Sejak saat itu, negara berpenduduk lebih dari 170 juta jiwa tersebut dipimpin pemerintahan sementara yang berjanji menyelenggarakan reformasi politik dan pemilu baru. Situasi politik Bangladesh tetap tegang karena para pendukung Hasina dan lawan-lawan politiknya masih saling berhadapan mengenai masa depan negara tersebut.

Hingga kini, pemerintah India belum memberikan indikasi apakah akan mengabulkan permintaan ekstradisi yang diajukan Bangladesh.

Sementara itu, Sheikh Hasina tetap bersikeras bahwa dirinya akan kembali ke Bangladesh suatu hari nanti meskipun harus menghadapi risiko besar.

"Saya tidak takut. Jika harus menghadapi penjara atau bahkan kematian, saya tetap ingin kembali kepada rakyat saya," tegas Hasina. (hanoum/arrahmah.id)