HARGEISA (Arrahmah.id) -- Pemerintah Somalia memperingatkan 'Israel' agar tidak membangun pangkalan militer di wilayah Somaliland, sebuah kawasan yang memproklamasikan diri sebagai negara tetapi masih dianggap bagian dari Somalia. Peringatan itu muncul setelah laporan media internasional menyebut 'Israel' sedang mempertimbangkan membangun fasilitas militer di kawasan strategis di Tanduk Afrika tersebut.
Kementerian luar negeri Somalia menegaskan, seperti dilansir The Business Insider Africa (13/3/2026), bahwa wilayah negaranya tidak boleh digunakan untuk operasi militer negara asing. Pejabat pemerintah menyatakan rencana semacam itu berpotensi menyeret Somalia ke konflik eksternal dan memperburuk stabilitas kawasan yang sudah rapuh.
Laporan media sebelumnya menyebut 'Israel' mempertimbangkan kehadiran militer di dekat pelabuhan strategis Berbera, yang terletak di Teluk Aden dan berhadapan langsung dengan wilayah konflik di Yaman. Lokasi tersebut dinilai memiliki nilai strategis tinggi karena berada di jalur perdagangan global dan dekat dengan wilayah operasi kelompok Houthi yang didukung Iran.
Somaliland sendiri merupakan wilayah yang memproklamasikan kemerdekaan dari Somalia sejak 1991, namun tidak diakui oleh pemerintah pusat di Mogadishu maupun sebagian besar komunitas internasional. Ketegangan semakin meningkat setelah 'Israel' menjadi negara pertama yang secara resmi mengakui Somaliland pada 2025, langkah yang memicu penolakan keras dari Somalia dan sejumlah negara lain.
Sejumlah pejabat Somaliland sebelumnya tidak sepenuhnya menutup kemungkinan kerja sama keamanan dengan 'Israel' atau negara lain, termasuk potensi fasilitas militer di masa depan. Namun mereka menegaskan bahwa belum ada kesepakatan resmi mengenai pembangunan pangkalan militer 'Israel' di wilayah tersebut.
Analis keamanan regional memperingatkan bahwa jika 'Israel' benar-benar membangun pangkalan di Somaliland, langkah itu dapat memperluas konflik Timur Tengah hingga ke kawasan Tanduk Afrika dan memperburuk ketegangan geopolitik di jalur laut strategis antara Laut Merah dan Samudra Hindia. (hanoum/arrahmah.id)
