Memuat...

Suriah Bongkar Sel ISIS di Empat Provinsi

Hanoum
Selasa, 29 September 2026 / 18 Rabiulakhir 1448 06:26
Suriah Bongkar Sel ISIS di Empat Provinsi
Personel Pasukan Keamanan Dalam Negeri melakukan penggerebekan terhadap sel ISIS, 27 September 2026. [Foto: Enab Baladi]

DAMASKUS (Arrahmah.id) -- Aparat keamanan Suriah membongkar sel kelompok militan Islamci State (ISIS) yang disebut beroperasi di empat provinsi, yakni Raqqa, Aleppo, Idlib, dan Homs, dalam serangkaian operasi pada Ahad (27/9/2026). Operasi yang dilakukan Direktorat Intelijen Umum bersama Pasukan Keamanan Dalam Negeri itu menangkap empat pemimpin sel di Raqqa serta sejumlah anggota lainnya di tiga provinsi berbeda. Aparat juga menyita bahan peledak, senjata, amunisi, dan granat yang menurut mereka telah disiapkan untuk serangan.

Menurut pernyataan Pasukan Keamanan Dalam Negeri yang dikutip kantor berita resmi SANA (28/9), jaringan tersebut mulai beraktivitas di Raqqa sebelum memperluas operasinya ke Aleppo, Idlib, dan Homs. Aparat menyatakan para anggota sel diduga terlibat dalam penculikan, penanaman alat peledak, dan pembunuhan. Hasil penyelidikan awal, menurut pihak keamanan, menunjukkan keterlibatan jaringan tersebut dalam lima operasi penculikan serta perencanaan sejumlah serangan yang ditujukan terhadap keamanan dan stabilitas wilayah.

The New Arab melaporkan bahwa total sembilan orang diduga anggota jaringan ditangkap dalam operasi tersebut, terdiri atas empat pemimpin sel dan lima anggota lainnya. Namun, pernyataan resmi aparat Suriah yang diberitakan SANA dan Enab Baladi hanya menyebut empat pemimpin ditangkap di Raqqa dan sejumlah anggota diamankan di Aleppo, Idlib, serta Homs, tanpa merinci jumlah keseluruhan maupun identitas para tersangka.

Aparat keamanan Suriah menyebut operasi tersebut dilakukan secara preventif setelah mereka melacak aktivitas dan pergerakan jaringan. Dalam penggerebekan di sejumlah lokasi, petugas menemukan bahan peledak yang disebut telah dipersiapkan untuk digunakan dalam serangan, selain berbagai senjata dan amunisi. Penyelidikan masih berlangsung dan para tersangka rencananya akan diserahkan kepada lembaga peradilan untuk menjalani proses hukum.

Secara geografis, operasi tersebut menunjukkan bahwa aparat Suriah menilai aktivitas sel ISIS tidak hanya terbatas pada wilayah timur dan gurun Suriah. The New Arab mencatat bahwa jaringan yang dibongkar kali ini diduga memiliki hubungan dari Raqqa menuju Aleppo dan Idlib di bagian barat laut serta Homs di Suriah tengah. ISIS sendiri telah kehilangan kendali atas wilayah teritorial yang pernah dikuasainya, tetapi masih mempertahankan jaringan sel yang melakukan serangan secara tersebar.

Operasi terbaru itu juga berlangsung setelah sejumlah penindakan terhadap jaringan ISIS lainnya dalam beberapa bulan terakhir. Pada Agustus, aparat Suriah mengumumkan penangkapan Hamza Abdullah Mohammed atau Abu Jihad al-Muhajir di sekitar Manbij, Provinsi Aleppo, yang oleh Kementerian Dalam Negeri Suriah disebut sebagai salah satu komandan militer penting ISIS. Sebelumnya, pada Juli, pemerintah Suriah juga mengumumkan penangkapan sejumlah anggota sel di wilayah selatan dan penangkapan Firas al-Dagher yang disebut sebagai tokoh senior ISIS.

Pemerintah Suriah telah menjadikan pemberantasan ISIS sebagai salah satu agenda keamanan utama sejak jatuhnya pemerintahan Bashar al-Assad pada Desember 2024. The New Arab melaporkan bahwa Kementerian Dalam Negeri Suriah pada Juni menyatakan aparat telah menahan 235 orang yang dituduh terkait ISIS dalam tiga bulan sebelumnya dan menggagalkan tujuh rencana serangan. Suriah juga bergabung dengan koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat untuk melawan ISIS. (hanoum/arrahmah.id)