HOMS (Arrahmah.id) - Sebanyak 35 sekolah yang rusak di provinsi Homs, Suriah tengah, telah kembali beroperasi melalui proyek rehabilitasi yang didanai oleh Arab Saudi, menyediakan ruang kelas bagi sekitar 18.000 siswa, demikian disampaikan oleh pejabat pendidikan setempat pada Senin (28/9/2026).
Dua di antara sekolah tersebut—Sekolah Omar al-Mukhtar di al-Qusayr dan Sekolah Suleiman al-Rajab di al-Ghanto—dibuka kembali secara resmi pada Senin setelah perbaikan yang didanai oleh King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre (KSrelief).
Malak al-Sibai, direktur pendidikan Homs, mengatakan kepada SANA bahwa ke-35 sekolah tersebut sebelumnya tidak dapat beroperasi. Pembukaan kembali sekolah-sekolah ini diharapkan dapat mengurangi beban keterbatasan ruang kelas, khususnya di wilayah-wilayah yang mulai didatangi kembali oleh keluarga-keluarga warga, ujarnya.
Proyek ini merupakan bagian dari program KSrelief yang lebih luas untuk merehabilitasi 60 sekolah di seluruh Suriah, yang memberikan manfaat bagi lebih dari 50.000 siswa, menurut Nayef al-Shammari, direktur organisasi tersebut di Suriah.
Sistem pendidikan Suriah masih dalam tahap pemulihan akibat perang bertahun-tahun yang menyebabkan ribuan sekolah rusak atau tidak dapat beroperasi. Kementerian Pendidikan menyatakan bahwa sekitar 40% sekolah di seluruh negeri memerlukan pembangunan ulang atau rehabilitasi, sementara kembalinya keluarga-keluarga pengungsi menambah tekanan terhadap ketersediaan ruang kelas seiring meningkatnya jumlah siswa yang mendaftar.
Di Sekolah Suleiman al-Rajab di al-Ghanto, kepala sekolah Hayyan Assaf mengatakan bahwa kerusakan akibat serangan udara oleh rezim sebelumnya telah memaksa sekolah tersebut ditutup dan mengharuskan para siswa mengikuti kegiatan belajar di tempat lain.
Perbaikan yang dilakukan mencakup pemulihan pintu, jendela, ruang kelas, halaman sekolah, dan toilet, serta pekerjaan pengecatan dan pemasangan ubin. Saat ini, sekolah tersebut melayani sekitar 950 siswa dalam dua giliran (shift) belajar, kata Assaf.
Secara terpisah, otoritas pendidikan Homs telah menyelesaikan pekerjaan pemeliharaan di 70 sekolah yang masih beroperasi di kota tersebut dan wilayah pedesaan sekitarnya, sebagai bagian dari upaya untuk memperluas kapasitas ruang kelas dan meningkatkan kondisi pembelajaran.
KSrelief, yang didirikan di Arab Saudi pada 2015, memberikan bantuan kemanusiaan di berbagai sektor, termasuk pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, dan penyediaan tempat tinggal. (haninmazaya/arrahmah.id)
