DAMASKUS (Arrahmah.id) -- Pasukan keamanan Suriah menangkap sembilan orang yang diduga merupakan anggota kelompok militan Islamic State (ISIS) di kota Khan Arnabah, Provinsi Quneitra, dekat zona demiliterisasi yang memisahkan wilayah Suriah dan 'Israel'. Penangkapan dilakukan pada Ahad (9/8/2026) dalam operasi yang menurut Kementerian Dalam Negeri Suriah bertujuan membongkar jaringan serta jalur pasokan kelompok tersebut.
Kementerian Dalam Negeri Suriah mengatakan, seperti dilansir SANA (9/8), operasi dilakukan oleh Pasukan Keamanan Dalam Negeri bersama Dinas Intelijen Umum di Khan Arnabah. Para tersangka diduga menjalankan sejumlah aktivitas untuk mendukung ISIS, termasuk mengumpulkan senjata serta mengangkut bahan peledak dan material terkait.
Pemimpin sel tersebut diidentifikasi sebagai Musab Khalil al-Sheikh, yang juga dikenal dengan nama samaran “al-Sini” atau “Si China”. Menurut Kementerian Dalam Negeri Suriah, al-Sheikh sebelumnya aktif bersama ISIS di sejumlah wilayah, termasuk Damaskus dan daerah sekitarnya, wilayah Badia Suriah serta desa-desa di kawasan Hauran. Ia juga disebut pernah bergabung dengan kelompok yang berafiliasi dengan Abu Abdulrahman al-Iraqi, salah satu komandan ISIS di wilayah selatan yang tewas di Daraa pada 2022.
“Pasukan Keamanan Dalam Negeri, bekerja sama dengan Dinas Intelijen Umum, menangkap sel tersebut di Khan Arnabah sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk memburu anggota ISIS dan memutus jaringan pasokan kelompok tersebut,” kata Kementerian Dalam Negeri Suriah, sebagaimana dilaporkan SANA.
Khan Arnabah memiliki posisi strategis karena berada di Provinsi Quneitra, wilayah Suriah yang berdekatan dengan zona demiliterisasi di sepanjang perbatasan Israel-Suriah. Kawasan tersebut menjadi sensitif sejak jatuhnya pemerintahan Bashar al-Assad, ketika aktivitas militer Israel di selatan Suriah dan persoalan keamanan perbatasan meningkat.
The Jerusalem Post melaporkan bahwa penangkapan sembilan orang tersebut merupakan bagian dari kampanye keamanan yang lebih luas terhadap ISIS.
Kementerian Dalam Negeri Suriah sebelumnya menyatakan bahwa sepanjang Maret hingga Mei 2026, aparat menangkap 235 orang yang disebut sebagai anggota ISIS, termasuk 198 warga Suriah dan 37 warga negara asing. Dalam operasi tersebut, aparat juga mengklaim membongkar tujuh sel dan menyita 22 alat peledak, 25 senjata, enam kendaraan serta sejumlah perangkat elektronik.
Penangkapan di Quneitra menunjukkan bahwa ancaman ISIS masih menjadi persoalan keamanan bagi pemerintahan Suriah meskipun kelompok tersebut telah kehilangan wilayah teritorial yang pernah dikuasainya. (hanoum/arrahmah.id)
