Memuat...

Viral! Usai Serukan Suriah Bangkit, Asy Syaraa Terekam Scroll IG

Hanoum
Kamis, 24 September 2026 / 13 Rabiulakhir 1448 04:13
Viral! Usai Serukan Suriah Bangkit, Asy Syaraa Terekam Scroll IG
Tangkapan layar. [Foto: TOI]

NEW YORK (Arrahmah.id) -- Presiden Suriah Ahmad asy Syaraa menyerukan kebangkitan dan pemulihan negaranya dalam pidato di Majelis Umum PBB, Rabu (23/9/2026). Namun, pada hari yang sama, perhatian publik juga tertuju pada rekaman yang memperlihatkan asy Syaraa menggunakan telepon genggam dan tampak menggulirkan Instagram Reels ketika Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sedang menyampaikan pidato di forum yang sama. Momen tersebut kemudian menyebar luas di media sosial dan menjadi salah satu adegan yang paling banyak dibicarakan dari Sidang Majelis Umum PBB ke-81.

Dalam pidatonya, seperti dilansir CNN (23/9), asy Syaraa mengatakan Suriah telah memasuki fase baru setelah bertahun-tahun dilanda perang dan kehancuran. Ia menyatakan, jika pada tahun sebelumnya ia mengatakan Suriah telah “kembali”, kini ia menegaskan bahwa “Suriah sedang bangkit”. Ia juga memaparkan upaya pemerintahannya dalam membangun kembali institusi negara, mengatasi perdagangan narkoba, menjalankan keadilan transisional, serta mendorong rekonstruksi dan pemulihan ekonomi.

Isu 'Israel' dan Dataran Tinggi Golan juga menjadi bagian penting pidato tersebut. Asy Syaraa menegaskan bahwa Golan tetap merupakan wilayah Suriah dan menolak langkah 'Israel' yang menurutnya bertentangan dengan kedaulatan Suriah dan hukum internasional. Ia merujuk pada Resolusi Dewan Keamanan PBB 497 tahun 1981 yang menyatakan keputusan 'Israel' untuk memberlakukan hukum dan administrasinya di Golan Suriah yang diduduki tidak memiliki kekuatan hukum internasional.

Asy Syaraa juga mengatakan Suriah berkomitmen pada kesepakatan pemisahan pasukan 1974 dan menyerukan agar pasukan Israel ditarik ke posisi yang sesuai dengan pengaturan tersebut. Ia menyebut serangkaian serangan dan aktivitas militer 'Israel' di wilayah Suriah sebagai persoalan yang mengganggu upaya membangun stabilitas regional. Pernyataan itu disampaikan ketika pemerintah baru Suriah berupaya memperkuat hubungan diplomatik dan menarik dukungan internasional untuk proses rekonstruksi.

Sebelum pidato tersebut, Asy Syaraa juga berbicara dalam sebuah forum Atlantic Council di New York mengenai hubungan Suriah-Israel. Ia mengatakan negosiasi kedua negara beberapa kali mendekati kesepakatan, tetapi menurutnya 'Israel' mundur pada tahap-tahap akhir. Asy Syaraa tetap menyatakan bahwa pemerintahannya memilih jalur diplomasi, dengan keamanan dan hak-hak warga Suriah sebagai prioritas.

Di tengah agenda diplomatik itu, sebuah video dari dalam ruang sidang memperlihatkan Asy Syaraa melihat teleponnya ketika Erdogan berada di podium. Rekaman tersebut menunjukkan ia menundukkan kepala dan menggerakkan jarinya pada layar yang tampak seperti tampilan video pendek Instagram. Video itu kemudian viral dan diberitakan sejumlah media internasional, termasuk Times of India, India Today, dan Euronews.

Kehadiran Asy Syaraa di New York merupakan penampilan keduanya di Majelis Umum PBB setelah menjadi pemimpin Suriah. Pada 2025, ia menjadi perwakilan Suriah pertama dalam hampir enam dekade yang berpidato di hadapan para pemimpin dunia setelah jatuhnya pemerintahan Bashar Assad. Tahun ini, agenda Asy Syaraa mencakup upaya memperkuat hubungan internasional Suriah, rekonstruksi negara, persoalan Golan, serta hubungan dengan 'Israel' dan negara-negara kawasan. (hanoum/arrahmah.id)