Memuat...

Temui Presiden UEA, Apa yang Diminta Netanyahu dari Abu Dhabi?

Zarah Amala
Selasa, 29 September 2026 / 18 Rabiulakhir 1448 13:45
Temui Presiden UEA, Apa yang Diminta Netanyahu dari Abu Dhabi?
Presiden UEA Mohammed bin Zayed dan Perdana Menteri 'Israel' Benjamin Netanyahu. (Agencies)

ABU DHABI (Arrahmah.id) - Perdana Menteri 'Israel' Benjamin Netanyahu melakukan kunjungan mendadak ke Uni Emirat Arab (UEA) pada Ahad (27/9/2026) dan bertemu Presiden Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan.

Kantor berita resmi UEA, WAM, pada Senin (28/9) mengonfirmasi pertemuan tersebut. Kedua pemimpin membahas hubungan bilateral serta cara memperkuat dan mengembangkannya.

Kantor Netanyahu mengatakan kunjungan itu dilakukan atas undangan Mohammed bin Zayed. Netanyahu didampingi sejumlah pejabat senior 'Israel', termasuk kepala Dewan Keamanan Nasional, kepala Mossad, menteri pertahanan, dan penasihat kebijakan luar negeri.

Kunjungan tersebut berlangsung di tengah sorotan terhadap laporan mengenai dugaan peringatan yang diterima Netanyahu dari pemimpin UEA sebelum serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.

Menurut Haaretz, Netanyahu dalam pertemuan dengan Mohammed bin Zayed meminta presiden UEA tersebut membantah laporan bahwa dirinya pernah memperingatkan Netanyahu mengenai rencana serangan besar Hamas sebelum 7 Oktober 2023.

Haaretz, mengutip sumber yang mengetahui pertemuan tersebut, melaporkan bahwa pertemuan berlangsung sekitar satu jam dan Netanyahu juga meminta dukungan moral dari Mohammed bin Zayed. Laporan itu menyebut Netanyahu ingin membantah berbagai informasi mengenai periode sebelum 7 Oktober yang dinilai dapat merugikannya secara politik.

Laporan tersebut merujuk pada pemberitaan Haaretz sebelumnya yang menyebut Mohammed bin Zayed telah memperingatkan Netanyahu sekitar satu setengah pekan sebelum serangan 7 Oktober bahwa Hamas tengah mempersiapkan operasi besar.

Kantor Netanyahu membantah laporan tersebut dan menyatakan bahwa perdana menteri 'Israel' tidak menerima peringatan dari UEA sebelum serangan 7 Oktober. Netanyahu juga membantah bahwa dirinya meminta Mohammed bin Zayed mencabut atau membantah laporan Haaretz.

Kementerian Luar Negeri UEA sebelumnya tidak memberikan komentar mengenai laporan media tentang komunikasi antara para pemimpin kedua negara. Abu Dhabi hanya menyatakan bahwa UEA dan 'Israel' mempertahankan saluran komunikasi yang terbuka dan langsung serta, bila diperlukan, bertukar informasi intelijen melalui lembaga terkait.

Di sisi lain, kantor Netanyahu mengatakan badan keamanan dalam negeri 'Israel', Shin Bet, mengajukan pengaduan kepada sensor militer terhadap Channel 12 karena memberitakan kunjungan tersebut sebelum Netanyahu dan rombongan tiba kembali di 'Israel'.

Menurut kantor Netanyahu, Shin Bet menilai pemberitaan itu berpotensi membahayakan keselamatan Netanyahu, istrinya, serta anggota rombongan yang terdiri atas pejabat senior keamanan dan staf penerbangan serta pengamanan.

Kunjungan ke Abu Dhabi tersebut sebelumnya tidak diumumkan oleh kantor Netanyahu. Media 'Israel' melaporkan Netanyahu terbang menggunakan pesawat pribadi dan berada di UEA selama beberapa jam sebelum kembali ke 'Israel' pada Ahad malam. (zarahamala/arrahmah.id)