TEPI BARAT (Arrahmah.id) -- Tentara 'Israel' dan pemukim Yahudi dilaporkan memaksa sebuah keluarga Palestina membongkar makam ayah mereka yang baru dimakamkan di desa Asasa, dekat Jenin, Tepi Barat, dengan alasan lokasi pemakaman terlalu dekat dengan permukiman 'Israel' yang baru dihidupkan kembali.
Dilansir Reuters (9/5/2026), Hussein Asasa (80) meninggal karena sebab alamiah dan dimakamkan malam itu di pemakaman desa Asasa dengan izin militer 'Israel'. Namun, tak lama setelah pemakaman, pemukim 'Israel' mendatangi lokasi dan menuntut jenazah dipindahkan karena dianggap berada di area permukiman Sa-Nur (juga disebut Sanur atau Tarsala), yang baru dihuni kembali setelah dievakuasi pada 2005.
Menurut laporan Al Jazeera, pemukim mengancam akan menggunakan buldoser untuk menggali sendiri jika keluarga menolak. Keluarga akhirnya terpaksa membongkar makam tersebut sendiri di bawah pengawasan tentara 'Israel'. Jenazah kemudian dipindahkan dan dimakamkan kembali di lokasi lain.
"Mereka mengancam akan menggali makam dengan buldoser, jadi kami memutuskan untuk menggali sendiri jenazah ayah kami. Kami menemukan bahwa mereka sudah menggali dan mencapai jenazah. Kami melanjutkan menggali dan membawa jenazah untuk dimakamkan di pemakaman lain" kata Mohammed Asasa, putra almarhum.
Insiden ini terjadi di tengah peningkatan aktivitas pemukiman 'Israel' di Tepi Barat. Pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu baru-baru ini mengembalikan penduduk ke Sa-Nur dan menyetujui pembangunan unit permukiman baru. Kantor Hak Asasi Manusia PBB (OHCHR) mengutuk peristiwa ini sebagai "appalling and emblematic of the dehumanisation of Palestinians."
Peristiwa ini menambah daftar ketegangan di Tepi Barat, di mana operasi militer dan kekerasan pemukim terhadap warga Palestina terus meningkat sejak Oktober 2023. (hanoum/arrahmah.id)
