DOHA (Arrahmah.id) - Kepala Kedutaan Imarah Islam Afghanistan di Qatar mengatakan bahwa Imarah Islam berupaya menjaga hubungan dengan semua negara berdasarkan kebijakan luar negeri yang seimbang, dan menambahkan bahwa Qatar memegang tempat khusus dalam hubungan luar negeri Afghanistan.
Menurutnya, salah satu aspek kunci hubungan Afghanistan-Qatar adalah bahwa selama kehadiran pasukan asing di Afghanistan, kantor politik Imarah Islam aktif di Doha, dan Qatar memainkan peran penting dalam memfasilitasi negosiasi dan konsultasi politik antara pihak-pihak terkait, sebuah proses yang pada akhirnya mengarah pada berakhirnya kehadiran militer asing di Afghanistan, lansir Tolo News (10/5/2026).
Suhail Shaheen mengatakan: “Imarah Islam Afghanistan ingin menjaga hubungan dengan semua negara berdasarkan kebijakan yang seimbang. Ciri penting hubungan Afghanistan dengan Qatar adalah bahwa selama pendudukan, kantor politik Imarah Islam aktif di sana, dan setelah itu Qatar juga memainkan peran penting dalam negosiasi, yang pada akhirnya mengarah pada berakhirnya pendudukan.”
Beberapa analis politik percaya bahwa kelanjutan hubungan erat antara Kabul dan Doha dapat menciptakan peluang politik dan ekonomi baru bagi Afghanistan.
Analis politik Samiullah Ahmadzai mengatakan: “Qatar adalah negara penting dalam keterlibatan Afghanistan dengan dunia Barat dan Amerika Serikat, dan sejauh ini telah memainkan peran sebagai jembatan netral.”
Analis politik lainnya, Hewad Zazi, mengatakan: “Qatar dapat berfungsi sebagai jembatan antara Teluk Persia dan Afghanistan dan juga dapat memainkan peran penting dalam dialog politik yang melibatkan Afghanistan, Amerika Serikat, dan Eropa.”
Hal ini terjadi ketika para pejabat Imarah Islam berulang kali menekankan bahwa kebijakan luar negeri pemerintah didasarkan pada keterlibatan yang positif dan seimbang dengan negara-negara regional dan global, sementara upaya terus dilakukan untuk lebih memperluas hubungan politik dan ekonomi Afghanistan dengan berbagai negara. (haninmazaya/arrahmah.id)
