Memuat...

Istri Pemimpin Hamas Khalil Al-Hayya Beri Pesan Haru Usai Putra Keempatnya Gugur

Zarah Amala
Sabtu, 9 Mei 2026 / 22 Zulkaidah 1447 12:23
Istri Pemimpin Hamas Khalil Al-Hayya Beri Pesan Haru Usai Putra Keempatnya Gugur
Foto yang memperlihatkan pemimpin Hamas Khalil al-Hayya, putranya yang gugur sebagai martir, Azzam, dan istrinya (Media sosial + Agensi)

GAZA (Arrahmah.id) - Media sosial diramaikan oleh video mengharukan dari Umm Usama, istri pemimpin senior Hamas Khalil al-Hayya, saat melepas kepergian putranya, Azzam, yang gugur akibat serangan udara 'Israel' di Kota Gaza. Azzam merupakan putra keempat dalam keluarga tersebut yang tewas dalam operasi militer 'Israel'.

Dalam video tersebut, Umm Usama menyampaikan pesan ketabahan yang mendalam sekaligus membantah berbagai rumor negatif yang menyerang gaya hidup para pemimpin perlawanan dan keluarga mereka. Ia menegaskan bahwa putra-putranya hidup dalam kesederhanaan dan terjun langsung di medan tempur.

"Di Parit, Bukan di Hotel"

Menanggapi isu bahwa keluarga pemimpin Hamas hidup mewah di luar negeri, Umm Usama menekankan bahwa putra-putranya berada di garis depan. Ia menceritakan bahwa Azzam tidak memiliki mobil mewah, melainkan sering pergi ke Khan Yunis mengenakan seragam militer hanya dengan menggunakan sepeda motor.

"Mereka ada di parit-parit pertahanan, bukan di hotel-hotel mewah. Ayah mereka (Khalil al-Hayya) hidup seperti rakyat biasa lainnya," tegas Umm Usama. Ia menambahkan bahwa keluarganya tidak akan mundur atau berubah haluan, serta akan terus mendidik anak cucu mereka di jalan perjuangan yang telah dirintis oleh tokoh-tokoh seperti Ahmed Yassin, Ismail Haniyeh, dan Yahya Sinwar. Umm Usama mengungkapkan rasa bangganya atas kesyahidan putranya.

"Anak-anak kami dibesarkan oleh Al-Qur'an dan dibentuk oleh firman-firman-Nya. Tidak ada kata kompromi bagi kami. Inilah jalan yang diwariskan oleh Syeikh Ahmed Yassin, Ismail Haniyeh, hingga Yahya Sinwar. Putraku Azzam telah membidani lahirnya generasi terbaik, dan kesyahidannya aku pikul bukan sebagai pedihnya duka, melainkan sebagai sebuah mahkota."

Ia menceritakan momen memilukan saat Azzam terluka parah namun sulit mendapatkan perawatan medis karena krisis obat-obatan di Gaza.

"Saya sempat tidak bisa tidur memikirkan rasa sakitnya dan bagaimana jika ia harus hidup dengan anggota tubuh yang diamputasi. Namun, syahid adalah kedudukan yang layak baginya di sisi Yang Maha Penyayang," ujarnya. Ia juga mengutip pepatah terkenal di kalangan pejuang bahwa "Penjara adalah tempat khalwat (menyendiri dengan Tuhan), pengasingan adalah wisata, dan terbunuh adalah syahid."

Simbol Ketahanan Palestina

Video tersebut memicu reaksi luas di berbagai platform digital. Para aktivis dan tokoh menyebut Umm Usama sebagai "Khansa Palestina", merujuk pada sosok ibu dalam sejarah Islam yang sabar meski kehilangan banyak anak di medan perang.

Analis politik Dr. Hani al-Dali memuji keteguhan Umm Usama yang tetap berdiri tegak bak gunung setelah mempersembahkan empat putranya untuk tanah air. Sementara itu, jurnalis Ahmed Atwan menyamakan ketabahan ibu-ibu di Gaza dengan para sahabiyat (sahabat perempuan Nabi Muhammad SAW).

Pemimpin Hamas di Gaza, Khalil al-Hayya, secara resmi mengonfirmasi gugurnya Azzam pada Kamis malam (7/5/2026) akibat luka-luka yang dideritanya. Ia menegaskan bahwa darah putra-putra pemimpin tidak lebih mahal daripada darah rakyat Palestina lainnya.

Dengan gugurnya Azzam, Khalil al-Hayya kini telah kehilangan empat anak laki-lakinya, yaitu Usama, Hamzah, Hammam, dan Azzam. Satu-satunya putra laki-laki yang masih hidup adalah Izz al-Din, yang sebelumnya juga sempat terluka dalam pengeboman 'Israel' di lingkungan Al-Tuffah pada April 2024. (zarahamala/arrahmah.id)