ANKARA (Arrahmah.id) -- Kelompok perlawanan Palestina Hamas dilaporkan tengah menjalani latihan militer di Turki sebagai bagian dari persiapan menghadapi kemungkinan serangan baru terhadap 'Israel'. Informasi tersebut pertama kali dilaporkan media Israel, KAN News, dan kemudian dikutip sejumlah media internasional maupun regional. Latihan itu disebut meliputi penggunaan senjata api hingga pengoperasian drone tempur.
Dilansir The Times of Israel (9/5/2026), latihan dilakukan di Turki dalam beberapa pekan terakhir dan melibatkan sejumlah anggota Hamas yang nantinya akan dikirim kembali ke wilayah Palestina, terutama Tepi Barat. Menurut KAN News, latihan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan tempur Hamas di tengah masih berlangsungnya konflik dengan 'Israel'.
Ketegangan di kawasan meningkat setelah 'Israel' terus melancarkan operasi militer di Gaza dan sejumlah wilayah Palestina meskipun sebelumnya sempat muncul upaya gencatan senjata. Dalam salah satu serangan terbaru, putra petinggi Hamas, Azzam Khalil Al-Hayya, dilaporkan tewas akibat serangan 'Israel' di Gaza.
Kepala Biro Politik Hamas, Khalil Al-Hayya, menegaskan kelompoknya tidak akan mundur menghadapi tekanan 'Israel'.
“Baik pembunuhan putra-putra kami maupun kemartiran para pemimpin kami tidak akan mengintimidasi kami,” ujar Al-Hayya seperti dikutip dari The Times of Israel.
Turki sendiri selama bertahun-tahun dikenal memiliki hubungan dekat dengan Hamas dan mendukung perjuangan Palestina. Pemerintah Turki di bawah Presiden Recep Tayyip Erdoğan beberapa kali menyatakan dukungannya terhadap rakyat Palestina dan menolak menyebut Hamas sebagai organisasi teroris. Sejumlah laporan internasional juga menyebut Turki pernah menjadi lokasi aktivitas politik maupun logistik Hamas.
Di sisi lain, 'Israel' mengecam dugaan dukungan Turki terhadap Hamas. Pemerintah 'Israel' menilai bantuan maupun fasilitas yang diberikan kepada Hamas dapat memperbesar ancaman keamanan di kawasan Timur Tengah. Ketegangan hubungan antara Israel dan Turki pun kembali meningkat seiring memanasnya konflik Palestina-Israel dalam beberapa bulan terakhir. (hanoum/arrahmah.id)
