Memuat...

Trump Batalkan Serangan ke Iran, Klaim Kesepakatan Besar dengan Teheran Segera Tercapai

Samir Musa
Ahad, 2 Agustus 2026 / 19 Safar 1448 11:25
Trump Batalkan Serangan ke Iran, Klaim Kesepakatan Besar dengan Teheran Segera Tercapai
Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatalkan serangan militer terhadap Iran dan mengaitkannya dengan tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat. (AFP)

WASHINGTON (Arrahmah.id) — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa rencana serangan militer terhadap Iran ditangguhkan setelah adanya permintaan dari Teheran dan sejumlah negara di kawasan Timur Tengah. Penundaan itu, menurut Trump, dilakukan dengan syarat kedua pihak segera mencapai kesepakatan.

Melalui unggahan di platform media sosial Truth Social, Sabtu (2/8/2026), Trump sebelumnya menegaskan bahwa Amerika Serikat siap melancarkan serangan terhadap Republik Islam Iran dengan kekuatan yang belum pernah terlihat sejak Perang Dunia II. Namun, ia kemudian menyatakan telah memutuskan untuk membatalkan operasi tersebut.

"Iran dan sejumlah negara lain di Timur Tengah meminta kami menangguhkan serangan. Berdasarkan permintaan itu, saya menyetujui pembatalan serangan dengan syarat kesepakatan dapat segera dicapai," tulis Trump.

Trump juga mengklaim bahwa "Israel" ikut berkomitmen membatalkan rencana serangan terhadap Iran, selama proses menuju kesepakatan berlangsung dengan cepat.

Ia menambahkan bahwa keputusan tersebut diambil demi masa depan dunia dan demi keberlangsungan Iran.

Trump Ungkap Garis Besar Kesepakatan

Selain mengumumkan penundaan serangan, Trump juga membeberkan garis besar kesepakatan baru yang disebut telah dicapai bersama Iran melalui mediasi sejumlah pihak di Timur Tengah.

Menurutnya, kesepakatan tersebut mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz secara penuh dan segera, serta penyelesaian terhadap ancaman program nuklir Iran.

Trump mengatakan para mediator telah menyusun kerangka umum perjanjian yang diharapkan dapat mengakhiri konflik antara Washington dan Teheran.

Sebelumnya, pada Juni 2026, Amerika Serikat dan Iran menandatangani nota kesepahaman yang menegaskan gencatan senjata sebagai langkah awal mengakhiri perang. Kesepakatan itu juga mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dan pencabutan blokade laut oleh Amerika Serikat, sekaligus membuka jalan bagi perundingan menuju perjanjian damai yang lebih permanen.

Namun, kesepahaman tersebut kemudian mengalami kemunduran setelah kedua pihak kembali saling melancarkan serangan dan melemparkan tuduhan, sehingga memicu kekhawatiran akan pecahnya kembali konflik berskala besar di kawasan.

(Samirmuda/artahmah.id)