Memuat...

Trump Puji Kepemimpinan Asy Syaraa, Sebut Berhasil Pulihkan Stabilitas

Hanoum
Senin, 8 Juni 2026 / 23 Zulhijah 1447 05:45
Trump Puji Kepemimpinan Asy Syaraa, Sebut Berhasil Pulihkan Stabilitas
Presiden Amerika Serikat Donald Trump bertemu dengan Presiden Suriah Ahmed Shara di Gedung Putih di Washington DC, 10 November 2025. [Kepresidenan Suriah – Anadolu Agency]

WASHINGTON (Arrahmah.id) -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump memuji kepemimpinan baru Suriah di bawah Presiden Ahmad Asy Syaraa dan menyatakan pemerintah Damaskus telah melakukan pekerjaan yang baik dalam memulihkan stabilitas negara yang selama bertahun-tahun dilanda perang. Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam wawancara yang ditayangkan pada Ahad (7/6/2026), menandai semakin hangatnya hubungan antara Washington dan Damaskus sejak jatuhnya rezim Bashar al-Assad pada akhir 2024.

Komentar Trump muncul di tengah perubahan besar dalam kebijakan Amerika Serikat terhadap Suriah. Sejak Ahmad Asy Syaraa mengambil alih pemerintahan setelah tumbangnya Assad, Washington secara bertahap melonggarkan sanksi dan membuka jalur komunikasi langsung dengan pemerintah baru Suriah guna mendukung stabilitas kawasan serta pemulihan ekonomi negara tersebut.

Dalam wawancara itu, Trump menilai kepemimpinan Suriah telah menunjukkan kemajuan dalam waktu relatif singkat. Ia secara khusus memuji Presiden Suriah, Ahmad Asy Syaraa, yang menurutnya berhasil memimpin negara di tengah tantangan keamanan dan ekonomi yang berat.

Donald Trump mengatakan, "Suriah melakukan pekerjaan yang sangat baik dalam membereskan berbagai persoalannya." Ia juga menyebut Ahmad Asy Syaraa sebagai pemimpin yang baik dan memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas regional.

Pujian tersebut menjadi kelanjutan dari hubungan yang semakin erat antara kedua negara. Pada akhir Mei lalu, Trump dan Asy Syaraa melakukan pembicaraan yang membahas rekonstruksi Suriah, pencabutan sanksi yang tersisa, serta upaya memperkuat keamanan kawasan. Dalam percakapan itu, kedua pemimpin juga membahas investasi asing dan pemulihan ekonomi pascaperang.

Dilansir AP News (6/7/2026), perubahan sikap Washington terhadap Damaskus merupakan salah satu pergeseran geopolitik terbesar di Timur Tengah dalam beberapa tahun terakhir. Setelah lebih dari satu dekade hubungan yang tegang, pemerintahan Trump kini melihat Suriah sebagai mitra potensial dalam upaya menjaga stabilitas regional dan memerangi kelompok ekstremis yang masih aktif di beberapa wilayah.

Ahmad Asy Syaraa sendiri telah berupaya membangun citra baru Suriah di mata dunia. Pemerintahannya menjalin hubungan lebih dekat dengan negara-negara Arab, Eropa, dan Amerika Serikat, sekaligus berupaya menarik investasi untuk membangun kembali infrastruktur yang rusak akibat perang berkepanjangan. Beberapa negara Barat bahkan mulai mencabut atau melonggarkan sanksi yang sebelumnya diberlakukan terhadap Damaskus.

Dukungan dari Washington juga terlihat melalui langkah-langkah diplomatik yang diambil sejak 2025. Pemerintahan Trump mencabut sebagian besar sanksi ekonomi terhadap Suriah dan mendukung berbagai inisiatif pemulihan ekonomi, termasuk pengembangan sektor energi dan infrastruktur. Langkah tersebut dinilai penting untuk mempercepat rekonstruksi negara yang hancur akibat konflik selama lebih dari satu dekade.

Pernyataan terbaru Trump menunjukkan bahwa Gedung Putih saat ini memandang pemerintah Suriah sebagai mitra yang semakin penting dalam arsitektur keamanan Timur Tengah. Dengan dukungan diplomatik yang terus menguat dan proses rekonstruksi yang berjalan, Damaskus berupaya membuka babak baru setelah bertahun-tahun terisolasi di panggung internasional. (hanoum/arrahmah.id)