Memuat...

Tutup Pintu Diplomasi, Iran Pilih Jalur Militer Hadapi Agresi Amerika

Zarah Amala
Rabu, 11 Maret 2026 / 22 Ramadan 1447 10:01
Tutup Pintu Diplomasi, Iran Pilih Jalur Militer Hadapi Agresi Amerika
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi [File: Khalil Hamra/AP]

TEHERAN (Arrahmah.id) - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan dalam wawancara dengan PBS NewsHour bahwa negosiasi dengan Amerika Serikat kini tidak lagi masuk dalam agenda Teheran. Araghchi mengungkapkan kekecewaan mendalam atas tindakan Washington yang melancarkan serangan militer tepat saat proses diplomasi sedang menunjukkan kemajuan besar.

Menurut Araghchi, AS dan 'Israel' telah gagal mencapai ambisi awal mereka untuk melakukan perubahan rezim (regime change) melalui kemenangan kilat dalam 2-3 hari. "Mereka menyerang kami secara membabi buta tanpa strategi akhir (endgame) yang realistis," tegasnya, seraya menyebut situasi yang diciptakan aliansi tersebut sebagai sebuah kekacauan.

Iran mengaku sempat menerima jaminan bahwa AS ingin menyelesaikan masalah nuklir secara damai. Namun, setelah tiga putaran negosiasi yang diklaim menunjukkan kemajuan, AS justru melancarkan serangan udara. Hal ini membuat Teheran kehilangan kepercayaan sepenuhnya pada janji-janji Washington.

Araghchi mengonfirmasi bahwa serangan rudal AS telah menewaskan 168 siswi sekolah di Iran Selatan. Ia menyebut bantahan AS atas tanggung jawab ini sebagai hal yang konyol, mengingat berbagai intelijen dan sumber media internasional telah mengakui penggunaan rudal Amerika dalam insiden maut tersebut.

Menlu Iran menegaskan bahwa perang ini dipaksakan kepada mereka. Karena Iran tidak dapat menjangkau daratan Amerika, Teheran secara sah akan terus menargetkan pangkalan militer AS di seluruh kawasan sebagai bentuk pertahanan diri yang legal menurut hukum internasional.

Iran telah memperingatkan negara-negara tetangga bahwa setiap serangan dari AS akan memaksa Iran membalas ke pangkalan-pangkalan di wilayah tersebut, yang secara otomatis akan memperluas cakupan perang ke seluruh Timur Tengah.

Araghchi menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa Iran telah bersiap sepenuhnya untuk melanjutkan serangan rudal selama diperlukan guna melindungi rakyat dan kedaulatan mereka dari agresi ilegal AS-'Israel'. (zarahamala/arrahmah.id)