Memuat...

Yaman Bersiap Keluarkan "Pernyataan Penting" di Tengah Eskalasi Regional

Zarah Amala
Senin, 20 Juli 2026 / 6 Safar 1448 11:26
Yaman Bersiap Keluarkan "Pernyataan Penting" di Tengah Eskalasi Regional
Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Brigjen Yahya Saree. (Foto: via media Yaman)

SANAA (Arrahmah.id) - Angkatan Bersenjata Yaman mengumumkan akan merilis sebuah "pernyataan penting" pada hari ini (20/7/2026). Pengumuman ini disampaikan di tengah memanasnya situasi di kawasan Timur Tengah yang melibatkan ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, serta tekanan militer yang terus berlangsung di Yaman.

Juru bicara militer Yaman, Brigadir Jenderal Yahya Saree, menyampaikan pengumuman tersebut melalui pernyataan singkat pada Ahad (19/7/2026). Saree tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai isi pernyataan tersebut, namun menegaskan bahwa langkah ini akan mencerminkan posisi yang sejalan dengan aspirasi rakyat Yaman. Pengumuman ini memicu spekulasi luas mengenai potensi langkah militer atau kebijakan strategis baru yang akan diambil oleh Sanaa.

Sebelum pengumuman resmi ini, Abdullah al-Nuaimi, anggota Biro Politik Ansarallah, telah memberikan peringatan keras bahwa kawasan tersebut sedang menuju ledakan besar akibat agresi AS terhadap Iran dan blokade berkelanjutan yang diberlakukan terhadap Yaman. Dalam wawancaranya dengan Al Mayadeen, al-Nuaimi menegaskan bahwa jika konflik meluas, Amerika Serikat akan menjadi pihak yang paling dirugikan.

Terkait operasional Bandara Internasional Sanaa, al-Nuaimi menyatakan bahwa bandara tersebut kini terbuka untuk penerbangan dari negara mana pun. Ia memperingatkan bahwa setiap upaya Arab Saudi untuk mencegat penerbangan ke atau dari Sanaa akan memicu respons komprehensif yang dapat memicu eskalasi di tingkat regional. Ia juga menambahkan bahwa Arab Saudi memiliki banyak target potensial yang kini berada dalam jangkauan rudal dan drone Yaman.

Ketegangan ini semakin diperkuat dengan aksi demonstrasi besar-besaran yang digelar di Sanaa dan berbagai provinsi lain di Yaman dengan slogan Jumat Peringatan dan Mobilisasi. Massa yang hadir menyatakan dukungan penuh kepada pemimpin Ansarallah, Abdul Malik al-Houthi, yang sebelumnya telah menegaskan bahwa "blokade adalah perang, dan balasannya akan setimpal." Al-Houtsi telah memperingatkan bahwa jika Arab Saudi melakukan eskalasi militer, Yaman akan membalas dengan taktik "blokade lawan blokade," yang menargetkan fasilitas minyak dan infrastruktur strategis Arab Saudi.

Menurut al-Nuaimi, pihak Ansarallah telah menolak berbagai proposal dari Arab Saudi yang mencakup insentif finansial dan perluasan pengaruh wilayah, menegaskan bahwa posisi politik dan militer Yaman tetap selaras dengan apa yang mereka sebut sebagai Poros Perlawanan dalam satu medan pertempuran yang utuh. (zarahamala/arrahmah.id)