NABLUS (Arrahmah.id) - Pasukan 'Israel' membunuh seorang warga Palestina berusia 28 tahun dalam operasi pengepungan sebuah rumah di Kota Aqraba, selatan Nablus, Tepi Barat, Selasa (8/9).
Wali Kota Aqraba, Salah Abu Shahada, mengatakan pasukan 'Israel' memasuki kawasan Al-Dayriya pada dini hari dan mengepung sebuah rumah yang dihuni satu keluarga. Pasukan memerintahkan anggota keluarga keluar, sementara Abdul Karim Bani Jaber tetap berada di dalam rumah.
Menurut sumber Palestina, pasukan 'Israel' meminta Bani Jaber menyerahkan diri dan mengancam akan menghancurkan rumah jika ia menolak. Bani Jaber disebut menolak dan terlibat baku tembak dengan pasukan 'Israel'.
Pasukan 'Israel' kemudian mendatangkan bala bantuan dalam jumlah besar dan memperketat pengepungan. Abu Shahada mengatakan pasukan menembakkan proyektil ke rumah hingga sebagian bangunan runtuh. Sebuah buldoser militer juga dikerahkan ke lokasi.
Setelah beberapa jam, pasukan 'Israel' meninggalkan area tersebut dan memberi tahu pihak Palestina bahwa Bani Jaber telah tewas. Jenazahnya, menurut wali kota, masih ditahan oleh 'Israel'.
Operasi di Aqraba berlangsung bersamaan dengan serangkaian penggerebekan di wilayah Nablus. Di Qabalan, selatan Nablus, lebih dari 25 warga Palestina dilaporkan ditahan dalam operasi yang berlangsung sejak sekitar pukul 01.00. Sementara di Huwwara, pasukan 'Israel' memerintahkan sejumlah toko untuk tutup.
Di kawasan Al-Masoudiya dekat Burqa, dua pemuda Palestina juga dilaporkan terluka setelah rumah mereka diserang pemukim 'Israel'.
Pada hari yang sama, pasukan 'Israel' juga menyerbu Kota Anata dan Kamp Pengungsi Shuafat di timur laut Yerusalem. Kendaraan militer dan buldoser dikerahkan ke kedua wilayah tersebut.
Pasukan 'Israel' memberlakukan jam malam, menutup akses keluar-masuk, serta menggeledah rumah dan tempat usaha. Sejumlah warga Palestina ditahan dalam operasi tersebut.
Menurut laporan setempat, pasukan 'Israel' juga menyita sebuah rumah dan mengubahnya menjadi pusat pemeriksaan lapangan. Buldoser kemudian merusak jaringan utama air di Anata ketika kawasan tersebut masih berada dalam penutupan.
Petugas ambulans dilaporkan turut mengalami hambatan saat hendak mencapai pasien dan kasus darurat.
Pemerintah Provinsi Yerusalem menyebut operasi di Anata dan Shuafat sebagai “agresi militer sistematis” dan menilai penutupan wilayah, penangkapan, perusakan infrastruktur serta pembatasan pergerakan warga sebagai eskalasi serius.
Di lokasi lain, pemukim 'Israel' dilaporkan melempari kendaraan Palestina dengan batu di terowongan yang menghubungkan Al-Jib dan Biddu, barat laut Yerusalem. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan pada kendaraan. (zarahamala/arrahmah.id)
