Memuat...

2026 Catat Rekor Tertinggi Korban Palestina akibat Serangan Pemukim 'Israel'

Zarah Amala
Sabtu, 22 Agustus 2026 / 10 Rabiulawal 1448 10:38
2026 Catat Rekor Tertinggi Korban Palestina akibat Serangan Pemukim 'Israel'
Para pemukim 'Israel' memanjat sebuah truk selama pengepungan rumah warga Palestina di kota Qusra, selatan Nablus (European Pressphoto Agency).

TEPI BARAT (Arrahmah.id) - Delapan bulan pertama 2026 mencatat jumlah warga Palestina yang tewas akibat serangan pemukim 'Israel' tertinggi sejak pencatatan data dimulai pada 2019, menurut Komisi Perlawanan Tembok dan Permukiman Palestina.

Dalam data statistik yang dirilis Jumat, lembaga tersebut menyebut 25 warga Palestina tewas akibat serangan pemukim 'Israel' selama delapan bulan pertama 2026.

Jumlah tersebut sekitar 79 persen lebih tinggi dibandingkan total warga Palestina yang tewas akibat serangan pemukim sepanjang 2025.

Secara keseluruhan, sebanyak 87 warga Palestina telah tewas akibat serangan pemukim 'Israel' sejak awal 2019 hingga 21 Agustus 2026, menurut data komisi tersebut.

Berdasarkan sebaran geografis, Ramallah dan al-Bireh mencatat jumlah korban tertinggi dengan 36 warga Palestina tewas. Berikutnya adalah Nablus dengan 26 korban, Hebron 9 korban, serta Yerusalem dan Salfit masing-masing 5 korban.

Selain itu, tiga warga Palestina tewas di Bethlehem, dua di Qalqilya, dan satu korban tercatat di wilayah Palestina yang diduduki 'Israel' sejak 1948.

Komisi tersebut mengatakan peningkatan serangan pemukim terjadi seiring intensifikasi serangan terhadap desa-desa dan kota-kota Palestina, lahan pertanian serta jalan-jalan, bersamaan dengan meluasnya pembangunan pos-pos permukiman 'Israel'.

Lembaga itu menyerukan kepada masyarakat internasional untuk mengambil langkah nyata guna menghentikan serangan pemukim dan meminta pertanggungjawaban para pelakunya. Komisi juga mendesak penyediaan perlindungan bagi warga Palestina di wilayah yang berulang kali menjadi sasaran serangan.

Sejak 'Israel' melancarkan perang di Jalur Gaza pada Oktober 2023, pasukan 'Israel' dan para pemukim juga meningkatkan serangan terhadap warga Palestina serta properti mereka di Tepi Barat yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur. (zarahamala/arrahmah.id)