Memuat...

Siapa Fathi Khazem, Warga Palestina yang Dibunuh Tentara 'Israel' di Jenin?

Zarah Amala
Sabtu, 22 Agustus 2026 / 10 Rabiulawal 1448 11:00
Siapa Fathi Khazem, Warga Palestina yang Dibunuh Tentara 'Israel' di Jenin?
Situasi penembakan di dalam rumah Khazem masih diperdebatkan, dengan saksi Palestina menggambarkan penggerebekan di rumahnya dan tentara 'Israel' menggambarkan insiden tersebut sebagai percobaan penusukan. [Getty]

JENIN (Arrahmah.id) - Tentara 'Israel' membunuh warga Palestina Fathi Zeidan Khazem, yang dikenal dengan nama Abu Ra'ad, dalam serangan ke rumahnya di Jenin, Tepi Barat yang diduduki, pada Jumat (21/8/2026).

Kondisi penembakan di dalam rumah Khazem masih menjadi perdebatan. Sumber-sumber Palestina mengatakan pasukan 'Israel' menyerbu rumahnya, sementara militer 'Israel' menyebut insiden tersebut sebagai upaya penusukan terhadap seorang tentaranya.

Sumber lokal mengatakan kepada The New Arab bahwa pasukan khusus 'Israel' menyerbu rumah Khazem pada Jumat dini hari di tengah pengerahan militer besar-besaran dan suara tembakan. Bala bantuan 'Israel' kemudian tiba di lokasi.

Menurut sumber tersebut, tentara memasuki rumah dengan suara tembakan terdengar dari dalam. Jejak darah terlihat di sejumlah bagian rumah, termasuk tangga, sementara Khazem ditembak di dalam rumah.

Pasukan 'Israel' kemudian membawa jenazah Khazem saat meninggalkan lokasi.

Ambulans Palestina dilaporkan berusaha mencapai rumah tersebut, tetapi dihalangi pasukan 'Israel' selama operasi berlangsung.

Namun, militer 'Israel' mengklaim pasukannya sedang melakukan operasi di Jenin ketika "seorang penyerang bersenjata berusaha menikam salah satu tentara". Tentara 'Israel' kemudian melepaskan tembakan dan "melumpuhkan" pria tersebut.

Militer 'Israel' mengatakan tidak ada tentaranya yang terluka dan tidak menyebut identitas pria yang tewas itu.

Mantan Aparat yang Menjadi Buronan 'Israel'

Fathi Khazem lahir pada 9 September 1966 di kamp pengungsi Jenin dari keluarga Palestina yang terusir dari wilayah Shafa'amr pada 1948.

Ia berhenti sekolah sejak usia muda dan bekerja di sektor konstruksi untuk membantu keluarganya. Pada masa Intifada Pertama, ia ditangkap 'Israel' dan menghabiskan beberapa tahun di penjara 'Israel'.

Setelah berdirinya Otoritas Palestina, Khazem bergabung dengan Pasukan Keamanan Nasional Palestina dan kemudian mencapai pangkat kolonel. Ia pernah menjabat sebagai wakil komandan wilayah Nablus.

Namun, kehidupannya berubah drastis setelah putra sulungnya, Ra'ad, tewas.

Pada April 2022, Ra'ad Khazem melakukan serangan penembakan di Jalan Dizengoff, Tel Aviv, yang menewaskan tiga warga 'Israel' dan melukai sejumlah lainnya. Ia kemudian tewas dalam operasi pasukan 'Israel'.

Fathi Khazem menolak menyerahkan diri kepada otoritas 'Israel' dan kemudian menjadi buronan. Rumah keluarganya berulang kali digerebek 'Israel' dalam upaya mencarinya.

Beberapa bulan kemudian, Khazem kembali kehilangan putranya. Abdul Rahman, yang disebut berafiliasi dengan kelompok bersenjata di Jenin, tewas dalam bentrokan dengan pasukan 'Israel' pada September 2022.

Dalam waktu beberapa bulan, Khazem kehilangan kedua putranya.

Dijuluki "Ayah Para Syuhada"

Kematian kedua putranya mengubah Khazem dari mantan aparat Palestina yang relatif tidak dikenal menjadi salah satu figur paling dikenal di Jenin.

Video pidatonya dalam pemakaman kedua putranya tersebar luas, terutama ketika ia menyerukan persatuan Palestina dan mengecam pendudukan 'Israel'.

Khazem kemudian tetap aktif tampil dalam pemakaman, kegiatan masyarakat dan berbagai acara politik. Di kalangan warga Jenin, ia dikenal sebagai "ayah para syuhada".

"Fathi Khazem bukan sekadar ayah Ra'ad dan Abdul Rahman bagi kami. Dia adalah salah satu wajah yang menggambarkan kisah Jenin selama beberapa tahun terakhir," kata Youssef Faraj, warga kamp pengungsi Jenin.

Menurut Faraj, Khazem dipandang sebagai sosok ayah yang kehilangan dua putranya tetapi tetap teguh dan hadir di tengah masyarakat untuk berbicara mengenai Jenin, persatuan, serta penolakannya terhadap pendudukan Israel.

'Israel' dan Penargetan Tokoh Palestina

Pembunuhan Khazem terjadi di tengah berlanjutnya operasi militer 'Israel' di Tepi Barat bagian utara, terutama di Jenin dan kamp pengungsinya. Wilayah tersebut berulang kali menjadi sasaran penggerebekan, penangkapan, bentrokan bersenjata, dan pembunuhan yang ditargetkan.

'Israel' mengatakan operasi tersebut bertujuan memburu warga Palestina bersenjata dan mencegah serangan terhadap warga 'Israel'.

Namun, warga Palestina menilai operasi militer dan pembunuhan tersebut tidak hanya menyasar kelompok bersenjata, tetapi juga tokoh-tokoh yang memiliki pengaruh sosial atau simbolis di tengah masyarakat.

Bagi banyak warga Palestina, arti penting Khazem bukan berasal dari jabatan politik atau komando militernya, melainkan dari kisah hidupnya: mantan aparat Palestina yang menjadi buronan 'Israel', kehilangan dua putra, lalu tampil sebagai suara publik yang diasosiasikan dengan penderitaan dan perlawanan Jenin.

Karena itu, kematiannya kemungkinan dipandang warga Palestina lebih dari sekadar kematian seorang individu.

Di Gaza, kisah Khazem juga mendapat perhatian karena menggambarkan sosok seorang ayah yang kehilangan anak-anaknya setelah bertahun-tahun hidup dalam konflik dengan 'Israel'.

"Kami di Gaza mengenal Fathi Khazem meskipun kami jauh dari Jenin, karena kisahnya sampai ke setiap rumah Palestina, terutama setelah pembunuhan kedua putranya, Ra'ad dan Abdul Rahman," kata Rizq Shomer, warga Gaza.

Menurutnya, Khazem telah menjadi simbol keluarga Palestina yang menanggung harga sangat mahal akibat konflik berkepanjangan.

"Karena itu, pembunuhannya di sini tidak dipandang sebagai insiden yang hanya berkaitan dengan Jenin, tetapi sebagai bagian dari penargetan terhadap tokoh-tokoh Palestina yang telah menjadi simbol di mata masyarakat," ujarnya. (zarahamala/arrahmah.id)