Memuat...

Aisyah Wahab Kalahkan Jutaan Dolar AIPAC, Muslimah Keturunan Afghanistan Pertama Jadi Anggota DPR AS

Samir Musa
Jumat, 21 Agustus 2026 / 9 Rabiulawal 1448 21:54
Aisyah Wahab Kalahkan Jutaan Dolar AIPAC, Muslimah Keturunan Afghanistan Pertama Jadi Anggota DPR AS
Senator Aisyah Wahab menghadiri konferensi pers di negara bagian California, yang dalam kesempatan tersebut Gubernur Gavin Newsom mengkritik kebijakan Presiden Trump terhadap Iran (Getty Images).

CALIFORNIA (Arrahmah.id) — Senator negara bagian California dari Partai Demokrat, Aisyah Wahab, berhasil memenangkan pemilihan khusus untuk mengisi kursi distrik ke-14 California di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat. Kemenangan tersebut dinilai sebagai pukulan bagi lobi pro-"Israel", American Israel Public Affairs Committee (AIPAC), yang disebut menggelontorkan jutaan dolar untuk menggagalkan kemenangan Wahab.

Wahab diumumkan sebagai pemenang pada Kamis (20/8/2026), setelah mengalahkan sesama kandidat Demokrat, Melissa Hernandez, pejabat transportasi di wilayah San Francisco Bay Area. Menurut The Washington Post, Hernandez mendapat dukungan finansial besar dari kelompok-kelompok yang terkait dengan AIPAC.

Kemenangan tersebut membuat Wahab menjadi perempuan Amerika keturunan Afghanistan pertama yang berhasil mencapai Kongres AS.

Mengisi Kursi Eric Swalwell

Wahab akan mengisi kursi yang ditinggalkan Eric Swalwell setelah mengundurkan diri dari Kongres. Ia akan menjalankan sisa masa jabatan Swalwell hingga Januari 2027.

Swalwell, yang telah menjabat selama tujuh periode, mengundurkan diri dari Kongres sekaligus membatalkan pencalonannya sebagai gubernur California pada April lalu. Keputusan itu diambil setelah meningkatnya tekanan menyusul tuduhan dari sejumlah perempuan terkait perilaku tidak pantas dan kekerasan seksual.

Wahab dan Hernandez dijadwalkan kembali berhadapan pada November mendatang untuk memperebutkan masa jabatan penuh selama dua tahun. Sistem pemilu California memungkinkan dua kandidat dengan perolehan suara tertinggi dalam pemilihan pendahuluan melaju ke pemilihan berikutnya, tanpa memandang afiliasi partai.

Disebut Mengalahkan "Uang Gelap" AIPAC

Kemenangan Wahab mendapat perhatian luas di media sosial. Sejumlah aktivis dan analis menyoroti keberhasilannya menghadapi kekuatan finansial kelompok lobi pro-"Israel".

Akun Democrats Deliver menyebut Wahab berhasil mengalahkan lebih dari 6 juta dolar AS yang disebut sebagai "uang gelap" AIPAC. Sementara itu, kampanye Wahab lebih menekankan isu-isu sosial dan kebutuhan masyarakat, termasuk penyediaan layanan pengasuhan anak yang komprehensif.

Analis Adam Carlson juga mengatakan komite aksi politik yang didukung AIPAC telah menghabiskan lebih dari 5 juta dolar AS dalam beberapa pekan terakhir untuk menggagalkan kemenangan Wahab.

Namun, Wahab tetap menang dengan selisih sekitar 20 poin. Carlson menilai besarnya pengeluaran tersebut gagal mencapai tujuan yang diharapkan.

Penulis Marvi Sermid menyebut kemenangan Wahab sebagai pukulan baru dan menyakitkan bagi AIPAC. Menurutnya, Wahab berhasil mengalahkan kekuatan finansial besar kelompok lobi tersebut untuk merebut kursi yang sebelumnya ditempati Swalwell.

Penulis asal Turki, Yunus Emre Erdolin, juga menyoroti kemenangan tersebut dengan menyebut Wahab sebagai "seorang Muslimah kiri lainnya yang mendukung Palestina" yang berhasil masuk Kongres AS.

Ia menilai AIPAC telah menghabiskan jutaan dolar untuk mencegah kemenangan Wahab, tetapi upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

Dianggap Kemenangan Bersejarah

Kemenangan Wahab juga dipandang memiliki arti penting bagi komunitas Muslim, Afghanistan, dan Palestina di Amerika Serikat.

Pengacara hak asasi manusia Zahra Billoo menyebut pemilihan tersebut sebagai momentum yang "bersejarah dan sangat personal". Ia mengatakan, ketika komunitas Muslim, Afghanistan, dan Palestina menghadapi tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk membungkam suara mereka dan mengurangi pengaruh politiknya, para pemilih justru mengirimkan pesan kuat bahwa komunitas tersebut memiliki tempat di setiap ruang tempat keputusan politik dibuat.

Aktivis Ariana Yasmin turut mengucapkan selamat kepada Wahab dan menilai keberhasilannya sebagai bagian dari sejarah Amerika, terutama karena Wahab menjadi perempuan Amerika keturunan Afghanistan pertama yang terpilih menjadi anggota Kongres.

The Washington Post sebelumnya melaporkan bahwa AIPAC telah menggelontorkan dana dalam jumlah besar dalam berbagai pertarungan pemilihan Kongres tahun ini untuk mendukung kandidat yang pro-"Israel" sekaligus mengalahkan kandidat yang kritis terhadap kebijakan "Israel".

Besarnya pengeluaran dalam pemilihan putaran kedua di California tersebut bahkan menarik perhatian nasional terhadap persaingan itu dan menjadi gambaran dari pertarungan yang lebih luas di dalam Partai Demokrat mengenai hubungan Amerika Serikat dengan "Israel".

(Samirmusa/arrahmah.id)