JAKARTA (Arrahmah.id) — Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Nasaruddin Umar mengukuhkan 10.000 guru Al Quran Indonesia untuk berkhidmat bagi umat dan bangsa Indonesia.
Pengukuhan tersebut berlangsung di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (22/8/2026), bertepatan dengan 9 Rabiul Awal 1448 Hijriah.
Pengukuhan 10.000 guru Al Quran ini menjadi bagian dari rangkaian acara Pembukaan Muktamar V Wahdah Islamiyah. Kegiatan tersebut juga diramaikan dengan Tabligh Akbar Nasional yang diikuti oleh masyarakat dan peserta muktamar.
Dalam prosesi pengukuhan, Menag Nasaruddin Umar berharap para guru Al Quran yang telah dikukuhkan dapat menjalankan amanah dakwah dengan penuh tanggung jawab.
Menurutnya, tugas para guru Al Quran memiliki peran penting dalam membangun kehidupan umat sekaligus memberikan kontribusi bagi bangsa Indonesia.
Nasaruddin kemudian secara resmi mengukuhkan para guru Al Quran tersebut.
“Dengan senantiasa mengharap rida dan rahmat Allah SWT, saya, Menteri Agama Republik Indonesia, dengan ini mengukuhkan saudara-saudari sebagai guru Al Quran Indonesia yang akan berkhidmat untuk umat dan bangsa Indonesia,” ujar Nasaruddin saat prosesi pengukuhan.
Ia juga mendoakan agar Allah SWT senantiasa memberikan rahmat, taufik, dan kemudahan kepada para guru Al Quran dalam menjalankan tugas serta amanah dakwah yang telah diemban.
“Semoga Allah SWT memberikan rahmat, taufik dan kemudahan dalam menjalankan tugas dan amanah dakwah tersebut,” tuturnya.
Nasaruddin turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh guru Al Quran yang telah bersedia menerima dan menjalankan amanah tersebut.
Ia berharap pengabdian para guru Al Quran dapat memberikan manfaat luas bagi umat serta memperkuat kehidupan keagamaan dan kebangsaan di Indonesia.
“Terima kasih,” pungkas Nasaruddin.
Ucapan tersebut kemudian disambut lantunan shalawat “Allahummarhamna bil Quran” dari para peserta yang hadir.
Pengukuhan 10.000 guru Al Quran Indonesia di Masjid Istiqlal menjadi salah satu momentum penting dalam rangkaian Pembukaan Muktamar V Wahdah Islamiyah.
Kegiatan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya peran guru Al Quran dalam membimbing masyarakat, menanamkan nilai-nilai Al Quran, serta berkhidmat bagi kemajuan umat dan bangsa Indonesia.
(ameera/arrahmah.id)
