Memuat...

Kadet Putri Unhan Mundur Usai Diminta Lepas Hijab, Kisah Asma Wafa Andina Viral

Samir Musa
Sabtu, 22 Agustus 2026 / 10 Rabiulawal 1448 15:50
Kadet Putri Unhan Mundur Usai Diminta Lepas Hijab, Kisah Asma Wafa Andina Viral
Asma Wafa Andina (istimewa)

JAKARTA (Arrahmah.id) — Kisah seorang kadet putri Universitas Pertahanan (Unhan) RI, Asma Wafa Andina, yang memilih mengundurkan diri setelah disebut diminta melepas hijab selama menjalani pendidikan militer, viral di media sosial.

Kisah tersebut kembali ramai setelah diunggah ulang oleh akun Threads @surani_ningsih. Dalam unggahan itu, Wafa menceritakan keputusannya mundur dari Program Studi Kedokteran Militer Cohort 7, meski sebelumnya telah dinyatakan lulus melalui rangkaian seleksi penerimaan mahasiswa Unhan.

Menurut kisah yang beredar, Wafa sejak awal tidak mengetahui adanya ketentuan yang mewajibkan kadet putri melepas hijab. Ia justru melihat berbagai materi resmi penerimaan Unhan yang menampilkan panduan busana bagi perempuan berhijab.

Wafa kemudian mengikuti sejumlah tahapan seleksi, mulai dari seleksi administrasi, Tes Kemampuan Dasar (TKD), tes psikologi hingga seleksi tingkat pusat. Seluruh tahapan tersebut berhasil dilaluinya hingga dinyatakan lulus dan diterima sebagai kadet mahasiswa.

Persoalan disebut muncul ketika memasuki tahap wawancara dan pengarahan. Dalam unggahan tersebut, Wafa mengaku mendapat penjelasan secara lisan bahwa kadet putri harus siap melepas hijab dan memotong rambut dengan model seperti laki-laki selama mengikuti pendidikan.

Wafa mempertanyakan ketentuan tersebut karena tidak menemukan larangan mengenakan hijab dalam dokumen atau persyaratan tertulis yang diterimanya sejak awal proses pendaftaran.

Pada 24 Juni 2026, saat proses penandatanganan berkas, menurut pengakuan Wafa, pihak panitia disebut mengonfirmasi bahwa tidak terdapat poin tertulis dalam surat perjanjian yang secara khusus melarang kadet putri mengenakan hijab. Namun, ketentuan tersebut tetap disebut wajib dijalankan dalam praktik pendidikan.

Wafa juga mempertanyakan keberadaan kadet asal Palestina yang disebut tetap diperbolehkan mengenakan hijab. Dalam kisah yang diunggah, pihak kampus disebut menjelaskan bahwa mahasiswa asing tidak mengikuti aturan yang berlaku bagi mahasiswa Indonesia.

Kondisi tersebut membuat Wafa mengambil keputusan untuk tidak melanjutkan pendidikan. Ia memilih meninggalkan lingkungan pendidikan Unhan dan menandatangani surat pengunduran diri setelah tercatat sebagai kadet selama sekitar 15 jam.

Dalam surat pengunduran dirinya, Wafa disebut menuliskan alasan secara singkat dan tegas: “Tidak bersedia melepas hijab.”

Bagi Wafa, hijab bukan sekadar persoalan pakaian, tetapi bagian dari prinsip, kehormatan diri dan keyakinan yang tidak ingin dikorbankannya demi status sebagai kadet.

Kisah tersebut kemudian menuai beragam respons dari warganet. Sebagian menyampaikan dukungan terhadap keputusan Wafa, sementara sebagian lainnya mempertanyakan transparansi serta dasar aturan yang disebut disampaikan secara lisan tersebut.

Perdebatan juga berkembang terkait kebebasan menjalankan keyakinan di lingkungan pendidikan dan lembaga negara. Sejumlah warganet menilai jika memang terdapat ketentuan mengenai penggunaan hijab, aturan tersebut semestinya disampaikan secara terbuka sejak proses penerimaan agar calon mahasiswa dapat mengambil keputusan secara sadar.

Hingga berita ini ditulis, kisah mengenai keputusan Wafa tersebut bersumber dari unggahan akun Threads @surani_ningsih yang membagikan pengalaman dan pernyataan terkait pengunduran dirinya. Arrahmah.id belum memperoleh konfirmasi langsung dari Asma Wafa Andina maupun klarifikasi resmi dari pihak Universitas Pertahanan RI terkait seluruh keterangan tersebut.

(Samirmusa/arrahmah.id)