KABUL (Arrahmah.id) - Sebuah sumber mengatakan kepada Tolo News bahwa mereka menolak klaim pejabat keamanan Pakistan yang menyatakan bahwa pesawat nirawak (drone) dikirim dari Afghanistan ke wilayah Pakistan.
Sumber tersebut menambahkan bahwa Angkatan Udara Afghanistan sejauh ini belum melakukan serangan drone apa pun, dan bahwa Imarah Islam Afghanistan sendiri yang akan menentukan waktu serta cara untuk setiap tindakan balasan.
Media Pakistan melaporkan bahwa sumber keamanan Pakistan mengklaim telah menembak jatuh delapan drone yang diduga dikirim dari Afghanistan di dekat Kohat dan Torkham. Sumber-sumber tersebut menyatakan bahwa tindakan itu diambil sebagai respons terhadap serangan baru-baru ini dan untuk mempertahankan wilayah Pakistan.
Analis politik Abdul Naser Shafiq mengatakan: "Pakistan telah lama berupaya—atas arahan negara-negara lain—untuk menghalangi stabilitas politik di Afghanistan. Kini, karena kebutuhan keuangan dan ekonominya, Pakistan mungkin juga telah mengambil proyek atau misi dari pihak lain."
Menyusul serangan udara yang baru-baru ini dilakukan rezim militer Pakistan terhadap provinsi Kunar dan Paktika, juru bicara Kementerian Luar Negeri India mengecam serangan tersebut dan menegaskan bahwa tindakan semacam itu terhadap negara berdaulat tidak sejalan dengan perdamaian dan keamanan kawasan.
Menanggapi pernyataan Asim Munir mengenai pemberantasan terorisme, ia juga menekankan bahwa Pakistan seharusnya menunjukkan komitmen yang kredibel dan tindakan nyata dalam melawan terorisme lintas batas, alih-alih sekadar melontarkan klaim, lansir Tolo News (24/9/2026).
Juru bicara Kementerian Luar Negeri India, Randhir Jaiswal, mengatakan: "Tindakan agresi semacam itu terhadap negara tetangga yang berdaulat tidak sejalan dengan perdamaian dan keamanan kawasan, serta berdampak negatif terhadap perdamaian dan stabilitas regional. Ini merupakan satu lagi contoh agresi yang dilakukan Pakistan. Kami sekali lagi menegaskan kembali dukungan kuat dan teguh kami bagi Afghanistan, kemerdekaan, kedaulatan, dan integritas wilayahnya, serta kesejahteraan rakyat Afghanistan."
Sementara itu, sejumlah analis mengkritik sikap diam masyarakat internasional dan negara-negara Islam terkait serangan udara Pakistan di beberapa wilayah Afghanistan, serta mendesak agar Pakistan dimintai pertanggungjawaban.
Analis politik Moeen Gul Samkani mengatakan: "Pakistan sekali lagi telah melakukan kejahatan yang tak termaafkan terhadap rakyat Afghanistan yang tidak berdosa dengan menyerang provinsi Paktika dan Kunar. Organisasi internasional, khususnya UNAMA yang berbasis di Kabul, juga telah menyampaikan laporan mereka. Dalam hal ini, Dewan Keamanan berkewajiban meminta pertanggungjawaban Pakistan atas tindakannya agar insiden serupa tidak terulang di masa depan."
Rezim militer Pakistan melancarkan serangan udara di provinsi Paktika dan Kunar sekitar pukul 03.00 pagi pada Senin, menewaskan tiga orang dan melukai empat lainnya di Kunar. Imarah Islam Afghanistan juga telah berjanji akan memberikan tanggapan yang setimpal atas tindakan Pakistan tersebut. (haninmazaya/arrahmah.id)
