KABUL (Arrahmah.id) - Kementerian Dalam Negeri Imarah Islam menyatakan bahwa Afghanistan siap bekerja sama dalam pemugaran patok batas dengan negara-negara yang memiliki perbatasan resmi yang diakui.
Juru bicara kementerian tersebut mengatakan kepada Tolo News bahwa konsultasi telah dilakukan dengan sejumlah negara, termasuk Iran, dan proses ini diperkirakan akan dimulai dalam waktu dekat.
Menurut Abdul Matin Qani, sebuah komite khusus serta anggaran telah disiapkan untuk proses tersebut.
Abdul Matin Qani, juru bicara Kementerian Dalam Negeri, mengatakan: "Kami sedang berupaya memugar dan mengelola patok-patok batas. Komite gabungan telah dibentuk melalui koordinasi dengan Kementerian Pertahanan dan Direktorat Jenderal Intelijen. Rencana jangka pendek juga telah disusun untuk membantu menekan penyelundupan, dan kami secara praktis telah memulai pekerjaan di bidang ini."
Sebelumnya, Menteri Urusan Perbatasan dan Kesukuan Imarah Islam Afghanistan, dalam pertemuan dengan penjabat kepala Kedutaan Besar Iran di Kabul, menjamin kerja sama penuh Afghanistan dalam mempercepat proses pemugaran patok batas.
Penjabat kepala Kedutaan Besar Iran di Kabul juga menyatakan bahwa Teheran siap bekerja sama dalam proses demarkasi perbatasan dan pemugaran patok batas antara kedua negara.
Yousuf Amin Zazi, seorang analis urusan militer, mengatakan: "Pemerintah memiliki beberapa departemen dan lembaga yang bekerja di bidang ini. Namun, komite-komite tersebut harus bekerja secara profesional, dan pengetahuan sejarah sangatlah penting dalam hal pemugaran patok atau penentuan batas resmi."
Afghanistan berbatasan dengan enam negara tetangga. Negara ini memiliki perbatasan yang diakui secara resmi dengan Iran, Turkmenistan, Uzbekistan, Tajikistan, dan Tiongkok, sementara mereka menghadapi sengketa berkepanjangan dengan Pakistan terkait Garis Durand yang bersifat hipotetis. (haninmazaya/arrahmah.id)
