GAZA (Arrahmah.id) - Brigade Al-Qassam, sayap militer gerakan Hamas, merilis cuplikan video eksklusif dan rekaman di balik layar yang diungkap ke publik untuk pertama kalinya. Lewat rekaman tersebut, Al-Qassam membongkar identitas eksekutor salah satu operasi strategis yang menghantam kendaraan militer 'Israel' di timur lingkungan Al-Shujaiya, Kota Gaza.
Al-Qassam mengonfirmasi keterlibatan komandan lapangan yang telah gugur, Saeed Ahmed Al-Atta, dalam penghancuran kendaraan lapis baja "Panther" (Al-Nimr) menggunakan peluru kendali antitank Kornet pada malam hari 7 Oktober 2023.
Melalui rekaman video terbaru tersebut, Al-Qassam mengonfirmasi bahwa Al-Atta merupakan eksekutor atau penembak yang berhasil mendaratkan tembakan telak dan presisi ke arah kendaraan militer 'Israel'. Serangan ini menjadi pukulan telak bagi pasukan militer 'Israel' yang berbatasan dengan Gaza, beberapa jam setelah serangan darat dalam operasi Banjir Al-Aqsha yang dimulai pada pagi harinya.
Video yang dipublikasikan untuk pertama kalinya ini tidak hanya memperlihatkan detik-detik penembakan, tetapi juga mendokumentasikan situasi di balik layar serta fase-fase pertempuran darat sengit di Kota Gaza. Rekaman itu menampilkan aksi Al-Atta bersama sejumlah pejuang yang telah gugur saat terlibat dalam bentrokan jarak dekat, berpindah di antara rumah-rumah yang hancur, serta menggunakan roket "Yassin 105" untuk menargetkan kendaraan militer 'Israel' yang menerobos masuk.
Seiring berjalannya durasi video, publikasi tersebut menyoroti rekam jejak militer dan personal dari Al-Atta, terutama keahliannya dalam mengoperasikan senjata berpetunjuk antitank. Rekaman beralih dari demonstrasi operasi lapangan ke persiapan di balik layar, memperlihatkan Al-Atta sedang mengawasi latihan militer intensif serta memberikan instruksi terperinci kepada para pejuang Al-Qassam mengenai mekanisme penggunaan dan penanganan rudal Kornet.
Dalam rekam jejak militernya, Al-Atta menjabat sebagai komandan kompi di Batalyon Senjata dan Layanan yang berada di bawah naungan Brigade Gaza. Ia dikenal atas spesialisasinya dalam senjata berpetunjuk antitank, khususnya rudal Kornet. Ia dilaporkan gugur pada 18 November 2023 saat menghadang invasi darat 'Israel' di Jalur Gaza.
Salah satu momen paling menonjol dalam dokumen video tersebut adalah pesan yang disampaikan oleh sang komandan lapangan kepada para pasukannya dalam sebuah sesi persiapan. "Kita berada di gerbang Erez (pos pemeriksaan Beit Hanoun dengan 'Israel'), dan insyaallah, kita akan memasukinya lewat tangan-tangan kalian," ujar Al-Atta kepada para pejuang saat itu.
Pernyataan tersebut menjadi kenyataan pada pagi hari saat operasi Banjir Al-Aqsha dilancarkan, ketika para pejuang Al-Qassam menyerbu pos militer yang terbenteng rapat tersebut dalam sebuah serangan terencana, yang mengakibatkan tentara penjaga di markas tersebut tewas, tertawan, maupun terluka.
Video ini merupakan bagian dari rilis serial "Aqmar Al-Thufan" (Bulan-Bulan Banjir), sebuah rangkaian dokumentasi visual yang diproduksi dan disiarkan secara berkala oleh Brigade Al-Qassam untuk merekam perjalanan serta pengorbanan para komandan lapangan dan pejuang mereka yang gugur sepanjang pertempuran di Jalur Gaza sejak akhir tahun 2023. (zarahamala/arrahmah.id)
