KANDAHAR (Arrahmah.id) - Amir Imarah Islam Afghanistan, Syekh Hibatullah Akhundzada, menegaskan bahwa sumber daya dan peralatan pemerintah tidak boleh disalahgunakan atau digunakan untuk kepentingan pribadi. Hal ini ia sampaikan dalam sebuah pidato di hadapan Korps Tentara Al-Badr ke-205.
Syekh Hibatullah Akhundzada juga menekankan pentingnya persatuan dan sikap saling menerima, serta menyerukan kehati-hatian dalam penggunaan dana publik, kendaraan, dan persenjataan, lansir Tolo News (23/10/2026).
Sebuah pernyataan dari kantor juru bicara Imarah Islam mengutip ucapannya: "Berhati-hatilah dalam menggunakan sumber daya publik, kendaraan, dan persenjataan; jangan menyalahgunakannya. Jagalah persatuan dan solidaritas di antara kalian, serta hindari favoritisme etnis maupun loyalitas pribadi. Utamakan kepentingan sistem di atas kepentingan pribadi, serta amalkan ketakwaan dan pengabdian agama."
Ia juga meminta aparat keamanan untuk menjauhi favoritisme etnis dan loyalitas pribadi, serta memprioritaskan kepentingan pemerintah saat ini di atas kepentingan pribadi mereka.
Dalam bagian lain pernyataan tersebut, Syekh Hibatullah Akhundzada berpesan: "Jangan terlibat dalam kegiatan yang tidak bermanfaat, dan teruslah menuntut ilmu. Hormati orang yang lebih tua serta guru-guru kalian, dan patuhilah mereka."
Sebelumnya, dalam sebuah upacara kelulusan aparat keamanan di provinsi Kandahar, pemimpin Imarah Islam ini juga menekankan pentingnya menjaga aset publik, memperlakukan masyarakat dengan baik, serta menghindari sikap sombong. (haninmazaya/arrahmah.id)
