KUALA LUMPUR (Arrahmah.id) – Perdana Menteri Malaysia, Dato' Sri Anwar Ibrahim, secara resmi membuka Humane Economy Global Discourse (HEGD) 2026 di World Trade Centre (WTC), Kuala Lumpur, pada Kamis (23/7/2026). Dalam pidato utamanya, Anwar menyerukan pentingnya membangun sistem ekonomi yang berpusat pada manusia demi mewujudkan keadilan sosial dan kemakmuran yang dapat dinikmati bersama.
Forum internasional yang mengusung tema "Reclaiming Humanity for Shared Prosperity" tersebut diselenggarakan oleh Forum Ekonomi Manusiawi (FEM) selama dua hari, 22–23 Juli 2026. Sekitar 500 peserta dari berbagai negara hadir dalam forum yang mempertemukan akademisi, pembuat kebijakan, pelaku ekonomi, tokoh masyarakat, organisasi nonpemerintah, kalangan pemuda, hingga organisasi masyarakat sipil.

Dalam sambutannya, Anwar menegaskan bahwa tantangan terbesar dunia saat ini bukan semata-mata persoalan pertumbuhan ekonomi, tetapi semakin memudarnya nilai-nilai kemanusiaan dalam sistem ekonomi global.
Menurutnya, pembangunan ekonomi harus dikembalikan pada tujuan utamanya, yakni mengangkat martabat manusia, memperkuat keadilan, serta menciptakan kemakmuran yang dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Sebelumnya, pada hari pertama penyelenggaraan, HEGD 2026 menghadirkan berbagai sesi paralel yang diisi oleh tokoh masyarakat, pemimpin organisasi nonpemerintah, praktisi ekonomi dan pembangunan, serta Forum Pemuda yang membahas peran generasi muda dalam membangun masa depan ekonomi yang lebih manusiawi.
Salah satu pembicara yang tampil adalah Hellianti Hilman, pendiri JAVARA asal Indonesia. Ia membagikan pengalaman mengenai pengembangan kewirausahaan berbasis komunitas dan pemberdayaan petani lokal sebagai bagian dari pembangunan ekonomi yang berkeadilan.

Sepanjang forum, para peserta membahas berbagai isu strategis, mulai dari konsep ekonomi manusiawi, pembangunan berkelanjutan, kepemimpinan yang beretika, ekonomi berbasis nilai, hingga pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam membangun sistem ekonomi yang lebih inklusif dan berkeadilan.
Rangkaian HEGD 2026 ditutup oleh Menteri di Jabatan Perdana Menteri (Hal Ehwal Agama) Malaysia, Dr. Zulkifli Hasan. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kemakmuran tidak cukup diukur melalui pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pendapatan semata.
Mengutip pandangan sejumlah cendekiawan Muslim dan pemikir Barat, Zulkifli menyampaikan bahwa kesejahteraan sejati hanya dapat diwujudkan apabila pembangunan material berjalan seimbang dengan pembangunan spiritual, moral, dan sosial.
Pada penutupan forum, Ketua Forum Ekonomi Manusiawi sekaligus Direktur HEGD 2026, Prof. Dato' Dr. Saadiah Mohamad, membacakan Resolusi HEGD 2026 yang memuat komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi lintas negara dalam mengembangkan paradigma ekonomi yang berpusat pada manusia, menjunjung tinggi keadilan, serta mendorong terwujudnya kemakmuran yang inklusif dan berkelanjutan.
Melalui penyelenggaraan HEGD 2026, Forum Ekonomi Manusiawi berharap konsep ekonomi manusiawi tidak berhenti sebagai wacana akademik, tetapi menjadi landasan dalam penyusunan kebijakan publik, praktik pembangunan, serta kerja sama internasional demi mewujudkan kesejahteraan manusia yang lebih bermartabat, adil, dan berkelanjutan.
(Samirmusa/arrahmah.id)
