Memuat...

AS Luncurkan Gelombang Serangan Udara ke Sembilan Kota di Iran, Sasar Fasilitas Militer dan Pelabuhan Strategis

Zarah Amala
Selasa, 21 Juli 2026 / 7 Safar 1448 10:15
AS Luncurkan Gelombang Serangan Udara ke Sembilan Kota di Iran, Sasar Fasilitas Militer dan Pelabuhan Strategis
Api dan asap membubung dari sebuah pelabuhan di Provinsi Hormozgan, Iran, menyusul serangan udara AS di wilayah tersebut. (Foto: Cuplikan video)

TEHERAN (Arrahmah.id) - Amerika Serikat kembali melancarkan gelombang serangan udara besar-besaran yang menargetkan sedikitnya delapan kota di wilayah selatan dan barat Iran pada Senin (20/7/2026) dini hari. Operasi ini menandai hari kesembilan berturut-turut kampanye militer Washington terhadap Teheran.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan bahwa pihaknya telah menyelesaikan rangkaian serangan kesembilan terhadap target-target strategis di Iran. Operasi tersebut menyasar pusat komando militer, sistem pertahanan udara, fasilitas pengawasan pantai, kapabilitas angkatan laut, peluncur rudal dan drone, serta jaringan komunikasi.

Menurut CENTCOM, gempuran ini bertujuan untuk melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam pelayaran komersial dan kapal sipil yang melintas di Selat Hormuz.

Koresponden Al Mayadeen di Teheran melaporkan bahwa serangan AS memukul setidaknya delapan kota di Iran. Kantor berita resmi Iran, IRNA, melaporkan bahwa delapan proyektil menghantam Pelabuhan Chabahar dan Pelabuhan Konarak di Provinsi Sistan dan Baluchestan.

Sementara itu, Kantor Berita Tasnim melaporkan ledakan di Pelabuhan Mahshahr dan Pelabuhan Imam Khomeini di Provinsi Khuzestan. Fars News Agency juga mencatat dua proyektil menghantam sebuah lokasi di Provinsi Bushehr, dan televisi pemerintah Iran melaporkan tiga ledakan terdengar di Tabriz. Di Pelabuhan Sirik, serangan kembali diluncurkan untuk memutus kapasitas Iran dalam memantau aktivitas di Selat Hormuz.

Rangkaian serangan terbaru ini tetap memusatkan target di sepanjang garis pantai selatan Iran, di mana infrastruktur maritim dan pos pengawasan strategis menjadi sasaran utama Washington.

Konfrontasi ini terus memicu siklus aksi dan reaksi di kawasan. Iran sebelumnya telah membalas agresi tersebut dengan meluncurkan serangan rudal dan drone terhadap pangkalan serta kepentingan militer AS di berbagai negara Teluk, Yordania, dan Suriah, menjadikan jalur perairan dan fasilitas strategis di Timur Tengah berada dalam siaga tingkat tinggi. (zarahamala/arrahmah.id)