KABUL (Arrahmah.id) - Dua belas tahun setelah hilangnya penulis Amerika Paul Overby di Afghanistan, Mike Waltz, perwakilan tetap AS untuk PBB, mengatakan bahwa Imarah Islam harus mengakhiri kebijakan penahanannya.
Baru-baru ini, Departemen Luar Negeri AS mengumumkan hadiah sebesar $5 juta, sementara Departemen Kehakiman AS menawarkan tambahan $1 juta untuk informasi terkait keberadaan Overby, lansir Tolo News (16/5/2026).
Utusan Khusus Presiden AS untuk Urusan Sandera Roger Carstens menulis: “Kami terus mendukung upaya untuk memulangkan warga Amerika di luar negeri dan memastikan tidak ada warga Amerika yang dilupakan. Jika Anda memiliki informasi yang dapat membantu membawa Paul pulang, AS menawarkan hadiah hingga $1 juta.”
Mohammad Aslam Danishmal, seorang profesor universitas, mengatakan bahwa investigasi komprehensif harus dilakukan terhadap kasus orang hilang dan informasi tentang mereka harus diberikan, yang akan bermanfaat bagi Afghanistan dan negara-negara lain.
Penulis Amerika itu menghilang di provinsi Khost pada 2014, dan belum ada informasi yang dikonfirmasi tentang nasibnya sejak saat itu.
Daniel Rubinstein, kuasa usaha AS untuk Afghanistan, mengatakan keluarga Overby terus hidup dengan pertanyaan yang belum terjawab, menekankan bahwa Washington tetap berkomitmen untuk membawa pulang warga negara Amerika dari luar negeri.
Imarah Islam belum berkomentar mengenai masalah ini.
Analis politik Najib-ur-Rahman Shamal mengatakan bahwa jika warga negara Amerika lainnya masih ditahan di penjara-penjara di Afghanistan, pihak berwenang harus mengklarifikasi kasus mereka jika mereka dituduh melakukan kejahatan atau bertindak melawan kepentingan nasional Afghanistan.
Perkembangan ini terjadi setelah Amerika Serikat sebelumnya mengumumkan hadiah $5 juta untuk informasi mengenai Mahmood Shah Habibi, seorang warga negara Amerika yang diyakini ditahan di Afghanistan. (haninmazaya/arrahmah.id)
