Memuat...

Penggembala Irak Ditemukan Tewas Usai Bongkar Pangkalan Rahasia 'Israel'

Zarah Amala
Kamis, 14 Mei 2026 / 27 Zulkaidah 1447 11:13
Penggembala Irak Ditemukan Tewas Usai Bongkar Pangkalan Rahasia 'Israel'
Penggembala Irak, Awad Hadi al-Shummari, ditemukan tewas di dalam mobilnya. (Foto: media sosial, tangkapan layar. Desain: Palestine Chronicle)

NAJAF (Arrahmah.id) - Sebuah laporan investigasi dari The Wall Street Journal (WSJ) mengonfirmasi keberadaan pangkalan militer rahasia 'Israel' di wilayah Irak yang digunakan selama perang melawan Iran. Pengungkapan ini menyusul kematian tragis seorang gembala lokal, Awad Hadi al-Shummari, yang pertama kali melaporkan aktivitas mencurigakan tersebut.

Al-Shummari ditemukan tewas di dalam mobilnya yang terbakar di gurun Najaf, tak lama setelah ia menghubungi pihak berwenang untuk melaporkan adanya helikopter dan pria bersenjata yang beroperasi di wilayah tersebut. Meskipun awalnya ia menduga itu adalah pangkalan Amerika Serikat, laporan WSJ edisi 9 Mei memastikan bahwa fasilitas tersebut adalah pangkalan logistik rahasia 'Israel'.

Kronologi pengungkapan pangkalan rahasia ini bermula pada 5 Maret 2026, ketika seorang gembala bernama Al-Shummari merekam video aktivitas militer mencurigakan di gurun Najaf dan melaporkannya kepada otoritas Irak, hanya lima hari setelah agresi Amerika Serikat dan 'Israel' terhadap Iran dimulai.

Menanggapi laporan tersebut, pasukan Irak menggunakan kendaraan Humvee mencoba mendekati lokasi untuk melakukan investigasi, namun mereka justru mendapat serangan masif baik dari darat maupun udara yang mengakibatkan satu tentara Irak tewas dan dua lainnya luka-luka.

Kepastian mengenai identitas pangkalan tersebut akhirnya terungkap melalui laporan investigasi The Wall Street Journal (WSJ) berjudul "Israel Built and Defended a Secret Iran War Base in Iraq", yang mengonfirmasi bahwa fasilitas militer tersebut memang dibangun oleh 'Israel' sesaat sebelum perang pecah dengan sepengetahuan penuh dari pihak Amerika Serikat.

Fungsi Pangkalan Rahasia

Fasilitas di gurun Irak ini berfungsi sebagai pusat logistik strategis yang memungkinkan 'Israel' menempatkan pasukan khusus lebih dekat ke wilayah Iran. Pusat ini disiagakan untuk mengevakuasi pilot 'Israel' jika pesawat mereka jatuh di wilayah musuh dan menjadi titik luncur bagi unit elit Angkatan Udara 'Israel' yang terlatih untuk misi di belakang garis pertahanan lawan.

Pemerintah Irak secara resmi membantah keberadaan pangkalan asing tersebut dan mengajukan protes kepada PBB, dengan menuduh Amerika Serikat sebagai pelaku serangan terhadap tentaranya. Namun, AS membantah keterlibatan dalam insiden spesifik tersebut.

Kematian Al-Shummari memicu gelombang kecaman di media sosial Irak. Ia kini dijuluki sebagai pahlawan nasional karena keberaniannya melaporkan pelanggaran kedaulatan negaranya meskipun tidak bersenjata.

Banyak pihak menuding intelijen 'Israel' berada di balik pembunuhan sang gembala guna menutupi jejak operasi rahasia mereka.

Hingga saat ini, pemerintah Irak didesak untuk melakukan penyelidikan independen di tengah meningkatnya kemarahan publik atas dugaan pembiaran terhadap aktivitas militer asing di tanah Irak. (zarahamala/arrahmah.id)