WASHINGTON (Arrahmah.id) -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meluapkan kemarahannya setelah Iran menolak proposal gencatan senjata yang diajukan Washington, dengan menuding Teheran telah “bermain-main” dengan Amerika Serikat dan dunia selama puluhan tahun.
Dilansir The Times of Israel (10/5/2026), pernyataan keras itu disampaikan Trump pada Ahad (10/5) melalui platform Truth Social, menyusul respons Iran yang menolak tawaran penghentian konflik dan menilai proposal AS tidak memenuhi tuntutan keamanan mereka.
Dalam unggahannya, Trump menilai Iran sengaja memperpanjang negosiasi tanpa itikad menyelesaikan konflik. Ia juga menuduh Teheran terus memanfaatkan diplomasi untuk mengulur waktu sambil mempertahankan tekanan terhadap kawasan Timur Tengah.
“Iran telah bermain-main dengan Amerika Serikat dan dunia selama 47 tahun. Respons mereka sama sekali tidak dapat diterima,” ujar Donald Trump sebagaimana dikutip PBS NewsHour.
Menurut Bloomberg, proposal damai AS sebelumnya disampaikan melalui jalur diplomatik dengan bantuan Pakistan sebagai mediator informal. Namun Iran menolak proposal tersebut karena menilai AS masih mempertahankan tekanan militer dan serangan drone di kawasan.
Ketegangan antara kedua negara meningkat sejak konflik bersenjata pecah pada awal 2026. Sejumlah serangan udara, operasi drone, dan ancaman balasan terus terjadi, memicu kekhawatiran internasional terhadap potensi perang yang lebih luas di Timur Tengah.
Analis menilai pernyataan Trump menunjukkan frustrasi Washington terhadap proses diplomasi yang mandek. Di sisi lain, Iran tetap bersikeras tidak akan menerima kesepakatan yang dianggap merugikan kedaulatan dan kepentingan nasional mereka.
Hingga kini, belum ada tanda-tanda kedua pihak akan kembali ke meja perundingan dalam waktu dekat, sementara komunitas internasional terus mendorong upaya deeskalasi guna mencegah konflik berkembang lebih jauh. (hanoum/arrahmah.id)
