IDLIB (Arrahmah.id) -- Ketegangan antara pejuang asing asal Uzbek independen dan pasukan keamanan pemerintah Suriah pecah di wilayah Idlib, khususnya di sekitar desa Al-Fu’a dan Kafariya, dua wilayah mayoritas Syiah yang penduduk aslinya belum kembali sejak perang saudara Suriah.
Insiden tersebut melibatkan kelompok muhajirin Uzbek atau pejuang migran asing dengan aparat keamanan yang juga mencakup unsur Uzbek pro-pemerintah. Ketegangan dilaporkan meningkat dalam beberapa pekan terakhir akibat perebutan pengaruh keamanan dan perselisihan terkait kontrol wilayah di Idlib utara.
Menurut analisis yang dipublikasikan peneliti Suriah Aymenn Jawad Al-Tamimi, seperti dilansir aymennaltamimi.com (12/6/2026), konflik ini mencerminkan meningkatnya friksi internal di antara kelompok bersenjata asing yang selama bertahun-tahun beroperasi di Suriah. Ia menyebut sebagian kelompok Uzbek menolak integrasi penuh ke dalam struktur keamanan baru yang dibentuk pemerintah Suriah dan kelompok sekutunya.
“Ketegangan ini menunjukkan adanya perpecahan antara kelompok Uzbek independen dan unsur Uzbek yang kini berafiliasi dengan pemerintah,” ujar Aymenn Jawad Al-Tamimi dalam analisanya.
Desa Al-Fu’a dan Kafariya sebelumnya dikenal sebagai kantong komunitas Syiah Dua Belas Imam di Idlib yang sempat dikepung kelompok oposisi dan militan selama perang Suriah. Sebagian besar penduduknya dievakuasi pada 2018 dalam kesepakatan pertukaran penduduk dan hingga kini belum kembali secara permanen.
Laporan sejumlah pengamat regional menyebut wilayah Idlib masih menjadi tempat aktivitas berbagai kelompok pejuang asing, termasuk pejuang asal Asia Tengah seperti Uzbekistan dan Tajikistan. Sebagian kelompok tersebut sebelumnya berafiliasi dengan organisasi jihad transnasional selama perang Suriah berlangsung.
Ketegangan terbaru ini juga menyoroti tantangan pemerintah Suriah dalam mengonsolidasikan kontrol keamanan di wilayah utara negara itu setelah bertahun-tahun konflik bersenjata dan fragmentasi kelompok militan.
Hingga kini belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban jiwa akibat bentrokan tersebut. Namun situasi keamanan di sekitar Al-Fu’a dan Kafariya dilaporkan tetap tegang dengan peningkatan patroli dan pengawasan aparat keamanan Suriah. (hanoum/arrahmah.id)
