Memuat...

AS Pasang “Harga Kepala” Rp160 Miliar untuk Pemimpin Milisi Irak

Hanoum
Sabtu, 25 April 2026 / 8 Zulkaidah 1447 03:10
AS Pasang “Harga Kepala” Rp160 Miliar untuk Pemimpin Milisi Irak
Hashim Finyan Rahim al-Saraji. [Foto: MSN]

WASHINGTON (Arrahmah.id) -- Pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui Departemen Luar Negeri mengumumkan hadiah sebesar 10 juta dolar AS (sekitar Rp160 miliar) untuk informasi yang dapat mengarah pada penangkapan atau identifikasi Hashim Finyan Rahim al-Saraji, pemimpin kelompok milisi Syiah Irak yang berafiliasi dengan Iran.

Dilansir NDTV (2/4/2026), pengumuman ini disampaikan pada April 2026 melalui program Rewards for Justice, sebagai bagian dari upaya Washington menekan aktivitas kelompok bersenjata yang dianggap mengancam kepentingan AS di kawasan Timur Tengah.

Al-Saraji, yang juga dikenal sebagai Abu Waala al-Waeli, merupakan sekretaris jenderal Kataib Sayyid al-Shuhada (KSS), sebuah kelompok paramiliter Syiah yang didukung Iran dan aktif di Irak serta Suriah.

Dalam pernyataannya, Departemen Luar Negeri AS menyebut kelompok tersebut terlibat dalam berbagai serangan terhadap kepentingan Amerika. Program tersebut juga membuka kemungkinan relokasi bagi informan yang memberikan informasi valid.

Seorang pejabat AS dalam pernyataan resminya mengatakan, “Informasi yang mengarah pada identifikasi atau lokasi individu ini akan mendapatkan imbalan dan perlindungan,”

Laporan Wall Street Journal juga menyebut bahwa KSS dituduh bertanggung jawab atas serangan terhadap fasilitas diplomatik dan militer AS, serta kekerasan terhadap warga sipil di Irak dan Suriah.

Selain itu, menurut laporan berita terbaru, langkah ini merupakan bagian dari strategi lebih luas Amerika Serikat untuk membatasi pengaruh Iran di kawasan melalui kelompok-kelompok proksi bersenjata.

Kelompok KSS sendiri diketahui memiliki hubungan erat dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) dan menjadi bagian dari jaringan milisi yang beroperasi lintas negara di Timur Tengah.

Pengumuman hadiah ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik kawasan pada 2026, dengan serangkaian serangan terhadap kepentingan AS yang dikaitkan dengan kelompok milisi pro-Iran.

Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pihak al-Saraji maupun kelompoknya terkait pengumuman tersebut. (hanoum/arrahmah.id)