Memuat...

Asy Syaraa Tiba di New York, Bawa Agenda Baru Suriah

Hanoum
Selasa, 22 September 2026 / 11 Rabiulakhir 1448 06:16
Asy Syaraa Tiba di New York, Bawa Agenda Baru Suriah
Ahmad asy Syaraa. [Foto: Getty Images]

NEW YORK (Arrahmah.id) -- Presiden Suriah Ahmad asy Syaraa tiba di New York, Amerika Serikat, pada Senin (21/9/2026), untuk menghadiri Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi Damaskus untuk menyampaikan posisi Suriah di hadapan para pemimpin dunia sekaligus membahas pemulihan ekonomi, rekonstruksi, dan hubungan internasional setelah perubahan politik besar di negara tersebut.

Menurut kantor berita resmi Suriah SANA (21/9), Asy Syaraa datang memimpin delegasi resmi yang antara lain terdiri atas Menteri Luar Negeri dan Ekspatriat Asaad Hassan al-Shaibani serta Menteri Manajemen Darurat dan Bencana Raed al-Saleh. Asy Syaraa dijadwalkan menyampaikan pidato atas nama Republik Arab Suriah, bertemu sejumlah pemimpin dan pejabat negara lain, serta berdialog dengan komunitas warga Suriah di Amerika Serikat.

Menurut The New Arab, asy Syaraa dijadwalkan menyampaikan pidato Suriah pada 23 September. Kunjungan selama empat hari itu juga diperkirakan diisi pertemuan bilateral dan pembicaraan mengenai masa depan Suriah, hubungan dengan Washington, rekonstruksi, pemulihan ekonomi, investasi, serta penguatan kembali hubungan Suriah dengan negara-negara lain.

Salah satu agenda yang mendapat perhatian adalah rencana pertemuan asy Syaraa dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio pada 22 September. Menurut laporan The New Arab, pembicaraan tersebut diperkirakan mencakup hubungan Suriah-Amerika Serikat serta isu politik, ekonomi, dan keamanan. Asy Syaraa juga dijadwalkan mengikuti dialog yang diselenggarakan Atlantic Council mengenai masa depan Suriah, rekonstruksi, pemulihan ekonomi, dan peran regional negara tersebut.

Kunjungan kali ini berlangsung dalam konteks perubahan hubungan Suriah dengan Washington. Arab News, mengutip Asharq Al-Awsat, melaporkan bahwa Amerika Serikat pada Senin mencabut dua pembatasan terakhir terkait penjualan senjata dan pendanaan militer kepada Suriah berdasarkan undang-undang Amerika Serikat mengenai senjata kimia dan biologis.

Agenda diplomatik asy Syaraa juga berlangsung ketika pemerintah Suriah berupaya memperkuat kembali hubungan dengan komunitas internasional dan menarik dukungan bagi proses rekonstruksi. The New Arab mencatat bahwa Damaskus ingin menggunakan forum PBB untuk memperkuat hubungan politik dan ekonomi serta mengangkat sejumlah persoalan yang menjadi prioritasnya, termasuk perkembangan di Suriah selatan dan tindakan militer Israel di wilayah Suriah.

Kunjungan ini merupakan penampilan kedua berturut-turut asy Syaraa dalam Sidang Majelis Umum PBB. Tahun lalu, ia menghadiri Sidang ke-80 dan menjadi presiden Suriah pertama yang hadir di forum tersebut sejak 1967. Dalam kunjungan tahun ini, asy Syaraa akan kembali menggunakan podium PBB ketika Damaskus berupaya menunjukkan arah baru kebijakan luar negeri dan memperluas keterlibatan Suriah dalam diplomasi internasional. (hanoum/arrahmah.id)