LATTAKIA (Arrahmah.id) — Aparat keamanan Suriah menangkap Atif Najib, mantan kepala Cabang Keamanan Politik di Daraa yang merupakan sepupu Bashar Assad. Najib dikenal sebagai salah satu tokoh keamanan rezim Assad yang dituding terlibat dalam penangkapan dan penyiksaan 15 anak di Daraa pada Maret 2011.
Kasus tersebut menjadi salah satu peristiwa yang dikenang sebagai pemicu awal meletusnya pemberontakan rakyat Suriah terhadap pemerintahan Bashar Assad.
Atif Najib lahir pada 1960 di Jableh, Provinsi Latakia, Suriah. Ia kemudian menempuh pendidikan di Akademi Militer Homs sebelum bergabung dengan aparat intelijen dan menduduki sejumlah posisi keamanan penting pada era rezim Assad.
Najib memiliki hubungan keluarga dekat dengan Bashar Assad. Ibunya, Fatimah Makhlouf, merupakan saudara perempuan Anisa Makhlouf, ibu Bashar Assad.
Pernah memimpin keamanan politik di Daraa
Najib menjadi kepala Cabang Keamanan Politik di Provinsi Daraa sejak 2008 hingga 2011. Jabatan tersebut membuatnya menjadi salah satu pejabat keamanan paling berpengaruh di wilayah yang kemudian menjadi titik awal pecahnya revolusi Suriah.
Selain Daraa, ia juga pernah menduduki sejumlah posisi keamanan lainnya, termasuk memimpin Cabang Al-Faiha untuk Keamanan Politik di Damaskus, memimpin bagian investigasi dan patroli di Damaskus, serta menjadi kepala cabang keamanan di kawasan Sheikh Muhyiddin.
Ia juga pernah menjabat sebagai wakil kepala bagian keamanan kepolisian dan wakil kepala bagian sektor provinsi dalam jajaran keamanan Damaskus.
Penangkapan 15 anak Daraa
Nama Atif Najib mencuat secara luas pada Maret 2011 setelah aparat keamanan di Daraa menangkap 15 anak yang menulis sejumlah slogan yang mengkritik rezim Assad di dinding sekolah mereka.
Di antara tulisan yang disebut-sebut dibuat anak-anak tersebut adalah slogan seperti “Giliranmu, Doktor”, “Kebebasan”, dan “Jatuh rezim”.
Penangkapan anak-anak itu kemudian memicu kemarahan masyarakat Daraa. Para orang tua dan tokoh masyarakat mendatangi kantor Najib untuk meminta pembebasan mereka.
Menurut kesaksian yang beredar dari pihak oposisi Suriah, anak-anak tersebut ditahan selama sekitar 45 hari di Cabang Keamanan Politik Daraa dan mengalami berbagai bentuk penyiksaan.
Mereka disebut mengalami pemukulan, sengatan listrik, hingga digantung pada dinding. Sejumlah aktivis Suriah juga menuduh bahwa penyiksaan tersebut mencapai tahap pencabutan kuku anak-anak.
Ketika keluarga dan tokoh masyarakat meminta agar anak-anak tersebut dibebaskan, Najib disebut memberikan respons yang menghina dan mengancam mereka.
Peristiwa itu kemudian menjadi salah satu pemicu kemarahan publik yang berkembang menjadi demonstrasi besar di Daraa pada pertengahan Maret 2011, sebelum konflik Suriah meluas ke berbagai wilayah.
Dilansir dari Al Jazeera dan sejumlah kantor berita, Atif Najib juga pernah dituduh terlibat dalam sejumlah praktik korupsi, termasuk perdagangan ilegal kendaraan, penyelundupan barang dari Lebanon, serta penyalahgunaan pengaruh untuk menekan para pedagang dan pengusaha.
Para pengkritiknya menyebut Najib selalu bepergian dengan pengawalan ketat dan bahkan mendatangkan makanan dari Damaskus karena khawatir menjadi sasaran pembunuhan.
Masuk daftar sanksi AS dan Eropa
Meski Bashar Assad sempat memerintahkan penyelidikan terhadap tuduhan yang diarahkan kepada sepupunya tersebut, penyelidikan itu tidak menghasilkan proses hukum yang berarti.
Najib kemudian dicopot dari jabatannya di Daraa dan dipindahkan ke posisi lain. Para penentang rezim Assad menyebut pemindahan tersebut dilakukan untuk meredam kemarahan masyarakat.
Amerika Serikat memasukkan Atif Najib ke dalam daftar sanksi pada 29 April 2011. Uni Eropa kemudian menjatuhkan sanksi terhadapnya pada 9 Mei 2011 atas dugaan keterlibatan dalam tindakan kekerasan terhadap warga sipil Suriah.
Ditangkap setelah rezim Assad tumbang
Setelah rezim Bashar Assad tumbang pada Desember 2024, pemerintahan baru Suriah mulai melakukan pengejaran terhadap sejumlah tokoh dan pejabat senior rezim sebelumnya yang diduga terlibat dalam berbagai pelanggaran terhadap warga sipil.
Pada 31 Januari 2025, aparat keamanan di Provinsi Latakia mengumumkan penangkapan Atif Najib.
Direktur Keamanan Umum Provinsi Latakia, Letnan Kolonel Mustafa Kanaifati, mengatakan Najib ditangkap setelah bersembunyi di wilayah pedesaan Latakia.
Ia kemudian diserahkan kepada pihak berwenang untuk menjalani proses hukum dan dimintai pertanggungjawaban atas kejahatan yang dituduhkan kepadanya terhadap rakyat Suriah.
Penangkapan Najib menjadi salah satu bagian dari upaya pemerintahan Suriah pasca-Assad untuk memburu tokoh-tokoh rezim lama yang dituding terlibat dalam penindasan terhadap rakyat selama pemerintahan Bashar Assad.
(Samirmusa/arrahmah.id)
