Memuat...

Datang ke PBB, Netanyahu Hadapi Protes dan Minim Pertemuan Tingkat Tinggi

Zarah Amala
Jumat, 25 September 2026 / 14 Rabiulakhir 1448 10:01
Datang ke PBB, Netanyahu Hadapi Protes dan Minim Pertemuan Tingkat Tinggi
Pengadilan Kriminal Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Netanyahu pada November 2024 (Reuters

NEW YORK (Arrahmah.id) - Perdana Menteri 'Israel' Benjamin Netanyahu hanya berada beberapa jam di New York untuk menghadiri Sidang Umum PBB ke-81. Kunjungan singkat tersebut berbeda dari kunjungan-kunjungan sebelumnya yang biasanya diisi agenda diplomatik dan pertemuan dengan sejumlah pemimpin dunia.

Netanyahu tiba di Stewart International Airport di New York pada Kamis (24/9/2026), sekitar 97 kilometer dari Manhattan. Ia kemudian menuju markas PBB untuk menyampaikan pidato sebelum dijadwalkan kembali ke 'Israel' pada hari yang sama. Reuters melaporkan kunjungannya berlangsung kurang dari delapan jam.

Kantor Netanyahu menyebut ia dijadwalkan bertemu sejumlah pemimpin negara, termasuk presiden Argentina, Bolivia, Paraguay, Panama, dan Ethiopia, serta wakil presiden Kolombia dan perdana menteri Yunani, Slovenia, serta Papua Nugini. Namun, tidak ada pertemuan yang dijadwalkan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump maupun pejabat tinggi AS dalam agenda yang diumumkan.

Absennya pertemuan dengan Trump menjadi sorotan. Dalam kunjungan ke AS tahun lalu, Netanyahu menghabiskan sekitar sepekan di negara tersebut dan bertemu Trump. Mantan Duta Besar 'Israel' untuk AS Michael Oren mengatakan kepada Reuters bahwa ia tidak mengingat ada perdana menteri 'Israel' yang berkunjung ke AS tanpa bertemu presiden. Ia menyebut kondisi tersebut sebagai pukulan bagi Netanyahu menjelang pemilu 'Israel' pada 27 Oktober mendatang.

Media 'Israel' melaporkan durasi kunjungan Netanyahu dipersingkat karena pertimbangan keamanan dan potensi aksi protes di New York.

Netanyahu juga tidak membawa wartawan 'Israel' dalam pesawat kepresidenan Wing of Zion. Agenda yang sebelumnya direncanakan di Texas, termasuk kemungkinan pertemuan dengan pengusaha Elon Musk, juga dibatalkan.

Pemilihan Stewart International Airport sebagai lokasi pendaratan juga mendapat perhatian karena lokasinya jauh dari pusat New York. Pesawat Netanyahu mendarat di bandara tersebut sebelum ia melanjutkan perjalanan menuju Manhattan.

Kunjungan Netanyahu berlangsung di tengah ketegangan dengan Wali Kota New York Zohran Mamdani. Mamdani sebelumnya menyerukan agar pemerintah federal AS menghormati surat perintah penangkapan yang dikeluarkan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terhadap Netanyahu. Mamdani sendiri mengakui pemerintah kota New York tidak memiliki kewenangan untuk menjalankan surat perintah tersebut.

Fokus pada Iran

Pidato Netanyahu di PBB diperkirakan berlangsung sekitar 40 menit dengan isu Iran menjadi salah satu fokus utama. Media 'Israel' melaporkan ia akan membahas upaya Iran membangun kembali kemampuan militernya dan kemungkinan perubahan politik di Teheran.

Netanyahu juga diperkirakan menanggapi kritik internasional terhadap 'Israel', termasuk terkait perang di Gaza dan kebijakan 'Israel' di Tepi Barat.

Sejumlah delegasi kemudian meninggalkan ruang Sidang Umum PBB ketika Netanyahu mulai berpidato. Reuters melaporkan ratusan demonstran juga berkumpul di sekitar markas PBB pada saat kedatangannya. Aksi walkout tersebut mengingatkan pada kejadian serupa ketika Netanyahu berpidato di PBB tahun sebelumny)a.

Kunjungan singkat Netanyahu berlangsung sekitar sebulan sebelum pemilu 'Israel' yang dijadwalkan pada 27 Oktober. Reuters melaporkan tidak adanya pertemuan dengan Trump menjadi salah satu sorotan dalam kunjungan tersebut, sementara Netanyahu juga menghadapi kritik internasional yang meningkat terkait kebijakan pemerintahannya. (zarahamala/arrahmah.id)