NEW YORK (Arrahmah.id) -- Delegasi 'Israel' meninggalkan ruang sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ketika Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyampaikan pidato yang mengecam tindakan 'Israel' di Gaza. Dalam pidatonya di New York, Selasa (22/9/2026), Erdogan menyebut apa yang ia sebut sebagai “teror negara” 'Israel' telah menyebabkan puluhan ribu korban Palestina dan menuduh 'Israel' memiliki “mentalitas genosida”.
Rekaman televisi yang dilaporkan Al Jazeera (23/9) menunjukkan anggota delegasi 'Israel' meninggalkan ruang utama Majelis Umum saat Erdoğan menyampaikan kritiknya. Di antara mereka terdapat Duta Besar 'Israel' untuk PBB, Danny Danon. Aksi walk out tersebut berlangsung di tengah pidato Erdogan yang secara khusus membahas perang di Gaza dan situasi Palestina.
Erdogan mengatakan bahwa dalam tiga tahun terakhir, lebih dari 74.000 orang Palestina di Gaza telah meninggal. Ia menyatakan korban tersebut, yang menurutnya sebagian besar perempuan dan anak-anak, merupakan akibat dari apa yang disebutnya sebagai tindakan “teror negara” 'Israel'.
Presiden Turki itu kemudian menggambarkan Gaza sebagai tempat yang menurutnya telah mengalami kondisi kemanusiaan yang sangat buruk dan menuduh 'Israel' memiliki “mentalitas genosida”. Erdogan juga menyerukan kepada negara-negara yang belum mengakui Palestina sebagai negara untuk melakukannya serta meminta tekanan internasional terhadap 'Israel' terkait rekonstruksi Gaza.
Selain Gaza, Erdogan menyinggung situasi di Tepi Barat. Ia menuduh wilayah tersebut menghadapi kekerasan yang dilakukan pemukim dan memperingatkan mengenai kondisi warga Palestina di wilayah pendudukan. Ia juga mengkritik keputusan Amerika Serikat yang sebelumnya tidak memberikan visa kepada Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas untuk menghadiri sidang secara langsung.
Walk out delegasi 'Israel' menjadi salah satu momen yang menonjol dalam sidang Majelis Umum PBB tahun ini, ketika isu Gaza dan Palestina kembali mendominasi perdebatan tingkat tinggi. The Times of Israel, yang mengutip jalannya pidato, juga melaporkan bahwa delegasi 'Israel' meninggalkan ruangan ketika Erdogan berbicara. Media tersebut mencatat hubungan Turki-Israel telah memburuk tajam sejak perang Gaza dimulai.
Sementara itu, pidato Erdogan mendapat respons berbeda dari sejumlah delegasi. Al Jazeera melaporkan bahwa delegasi Palestina memberikan tepuk tangan terhadap pidato tersebut, ketika Erdogan menyampaikan kritiknya terhadap kebijakan 'Israel'. Sidang tersebut berlangsung dalam situasi diplomatik yang semakin tegang terkait perang Gaza dan masa depan politik Palestina. (hanoum/arrahmah.id)
