Memuat...

Dua Hari Berturut-turut, Ansarallah Klaim Jatuhkan Drone Saudi

Zarah Amala
Selasa, 8 September 2026 / 27 Rabiulawal 1448 12:46
Dua Hari Berturut-turut, Ansarallah Klaim Jatuhkan Drone Saudi
Yahya Saree, juru bicara militer Ansarallah Yaman. (Foto: Al-Jazeera, cuplikan video)

SANAA (Arrahmah.id) - Angkatan Bersenjata Yaman yang berafiliasi dengan gerakan Ansarallah mengumumkan telah menembak jatuh drone bersenjata CH-4 yang dioperasikan Arab Saudi di wilayah Al-Jawf, Senin (7/9/2026).

Juru bicara militer Ansarallah, Brigadir Jenderal Yahya Saree, mengatakan drone tersebut ditembak saat melakukan apa yang disebutnya sebagai operasi permusuhan di wilayah udara Distrik Khabb wa ash-Sha’af. Menurut Saree, drone itu berhasil dijatuhkan menggunakan “senjata yang sesuai”.

CH-4 merupakan drone tempur dan pengintaian buatan Cina yang dirancang untuk terbang pada ketinggian menengah dalam waktu lama serta mampu membawa munisi berpemandu.

Penembakan tersebut terjadi sehari setelah Ansarallah mengklaim menjatuhkan drone bersenjata Wing Loong II yang juga dioperasikan Saudi di barat laut Maqbana, Provinsi Taiz.

Dalam beberapa waktu terakhir, Ansarallah juga melaporkan menembak jatuh drone Karayel buatan Turki di Saada dan Bayraktar Akinci di Al-Jawf.

Rangkaian insiden itu terjadi setelah serangan Saudi terhadap Bandara Internasional Sanaa pada 13 Juli, yang mengakhiri periode relatif tenang yang berlangsung sejak 2022. Ansarallah kemudian kembali melancarkan serangan balasan terhadap sasaran militer dan strategis Saudi, termasuk bandara, infrastruktur energi, serta pasukan Saudi yang beroperasi di Yaman.

Sumber militer Yaman mengatakan kepada Al Mayadeen bahwa serangan Ansarallah diarahkan terhadap pemimpin mobilisasi militer Saudi berdasarkan informasi intelijen operasional. Sumber tersebut memperingatkan bahwa Ansarallah akan merespons eskalasi dengan eskalasi dan memiliki berbagai pilihan jika Saudi memilih perang terbuka.

Ansarallah juga menerapkan kebijakan yang disebut blokade dibalas blokade dan eskalasi dibalas eskalasi. Sebagai bagian dari kebijakan tersebut, kelompok itu mengumumkan pembatasan terhadap pelayaran Saudi melalui Selat Bab al-Mandab sebagai respons atas blokade darat, laut, dan udara terhadap Yaman.

Ansarallah menyatakan operasi balasan akan terus dilakukan hingga blokade terhadap Yaman dicabut. (zarahamala/arrahmah.id)