Memuat...

Serangan 'Israel' di Lebanon Selatan Tewaskan 12 Orang, Termasuk Bayi

Zarah Amala
Selasa, 8 September 2026 / 27 Rabiulawal 1448 12:12
Serangan 'Israel' di Lebanon Selatan Tewaskan 12 Orang, Termasuk Bayi
Tim penyelamat mencari korban selamat di tengah reruntuhan setelah serangan udara 'Israel' di Kfar Rumman [Getty]

BEIRUT (Arrahmah.id) - Sedikitnya 12 orang, termasuk seorang bayi dan paramedis, tewas dalam serangkaian serangan 'Israel' di Kota Kfar Rumman, Lebanon selatan, Senin (7/9/2026).

Kementerian Kesehatan Lebanon menyebut sedikitnya 27 orang tewas dan 69 lainnya terluka dalam serangan 'Israel' di Lebanon selama tiga hari terakhir. Korban termasuk anak-anak, perempuan, dan paramedis.

Serangan pada Senin dini hari (7/9) menghancurkan sebuah bangunan tempat tinggal tiga lantai di Kfar Rumman. Kementerian Kesehatan awalnya melaporkan delapan orang tewas, termasuk seorang bayi dan dua perempuan, sebelum jumlah korban di bangunan tersebut meningkat menjadi 11 orang.

Sebanyak 11 orang lainnya terluka, termasuk empat anak, dua perempuan, dan seorang paramedis dari Islamic Health Authority. Tim penyelamat masih mencari korban di antara reruntuhan bangunan yang hancur.

Dalam serangan terpisah, sebuah drone 'Israel' menargetkan kendaraan di Kfar Rumman dan menewaskan seorang paramedis dari Islamic Risala Scouts Association serta melukai dua lainnya. Salah satu korban luka dilaporkan dalam kondisi kritis.

Kementerian Kesehatan Lebanon mengecam serangan tersebut dan menyebut penargetan paramedis serta anak-anak sebagai pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional.

Presiden Lebanon Joseph Aoun juga mengecam serangan 'Israel'. Ia menilai serangan terhadap warga sipil, penghancuran rumah dan properti, serta operasi militer 'Israel' mengancam upaya meredakan ketegangan di Lebanon selatan.

Serangan tersebut terjadi di tengah meningkatnya eskalasi 'Israel' di wilayah selatan Lebanon. Jet 'Israel' juga dilaporkan menyerang Nabatiyeh al-Fawqa, Arabsalim, dan Deir al-Zahrani. Militer 'Israel' sebelumnya mengeluarkan perintah evakuasi bagi warga Deir al-Zahrani sebelum melancarkan serangan.

Kfar Rumman berada di dekat Nabatiyeh, wilayah yang semakin sering menjadi sasaran serangan 'Israel'. Militer 'Israel' sebelumnya mengklaim telah menguasai punggung bukit strategis Ali al-Taher yang menghadap Nabatiyeh dari arah timur.

Eskalasi berlangsung meski Lebanon dan 'Israel' mencapai kesepakatan kerangka yang didukung Amerika Serikat pada akhir Juni. Kesepakatan tersebut mengatur penarikan bertahap pasukan 'Israel' dari wilayah Lebanon selatan yang diduduki dengan imbalan pengerahan tentara Lebanon.

Namun, pelaksanaannya terhenti. 'Israel' menuntut Hizbullah melucuti senjata sebelum pasukannya meninggalkan Lebanon, sementara Hizbullah menolak tuntutan tersebut dan mensyaratkan penarikan penuh pasukan 'Israel' dari wilayah Lebanon.

'Israel' telah menduduki sejumlah wilayah Lebanon sejak invasi pada Oktober 2024. Ketika pertempuran besar dengan Hizbullah kembali berlangsung pada Maret 2026, 'Israel' memperluas operasi militernya dan membentuk apa yang disebutnya sebagai zona keamanan di sepanjang perbatasan.

Pembicaraan antara Beirut dan Tel Aviv yang dijadwalkan dilanjutkan awal September juga belum jelas keberlangsungannya di tengah eskalasi terbaru. (zarahamala/arrahmah.id)