Memuat...

Eks Tahanan Palestina Ungkap Kesaksian tentang Kondisi Penjara 'Israel'

Zarah Amala
Jumat, 25 September 2026 / 14 Rabiulakhir 1448 12:02
Eks Tahanan Palestina Ungkap Kesaksian tentang Kondisi Penjara 'Israel'
Loay Arar menyampaikan gambaran suram tentang kondisi para tahanan di penjara-penjara pendudukan (Al Jazeera)

RAMALLAH (Arrahmah.id) - Mantan tahanan Palestina, Loay Arar, mengungkap kondisi yang dialaminya selama dua tahun menjalani penahanan administratif di penjara 'Israel'. Ia menggambarkan kehidupan para tahanan sebagai penuh ketakutan, kekerasan, penghinaan, serta keterbatasan makanan dan layanan medis.

“Tidak ada makanan dan tidak ada pengobatan.” Demikian Arar merangkum kondisi yang menurutnya dialami para tahanan Palestina di penjara 'Israel'.

Arar, warga Qarawat Bani Zeid, barat laut Ramallah, dibebaskan pada Ahad (20/9/2026) setelah menjalani dua tahun penahanan administratif berdasarkan berkas rahasia tanpa dakwaan maupun persidangan. Ia mengatakan pengalaman dua tahun terakhir bahkan lebih berat dibandingkan 10 tahun yang pernah ia habiskan di penjara sebelumnya.

Menurut Arar, para tahanan hidup dalam ketakutan terus-menerus terhadap keselamatan mereka akibat tindakan represif, pemukulan, kekerasan dan penghinaan. Ia mengatakan kondisi tersebut membuat sejumlah tahanan bahkan berharap kematian.

Arar mengingat satu kejadian ketika seorang tahanan yang berada satu kamar dengannya mengalami kondisi kesehatan yang parah hingga muntah darah.

Para tahanan kemudian mengetuk pintu dan meminta petugas penjara memberikan perawatan medis. Namun, menurut kesaksian Arar, mereka justru mendapat jawaban bahwa dokter baru akan dipanggil setelah tahanan tersebut meninggal.

“Kami memperkirakan dia bisa meninggal kapan saja. Tidak ada obat, bahkan obat pereda nyeri,” kata Arar.

Karena tidak mendapat pertolongan medis, para tahanan hanya mengusap kepala rekannya dan membacakan Al-Qur'an sambil menunggu kondisinya.

Arar juga menangis ketika mengingat kondisi kehidupan sehari-hari di dalam penjara. Ia menyoroti makanan yang menurutnya tidak layak dikonsumsi dan menggambarkan kualitas makanan yang diberikan kepada para tahanan sangat buruk.

Menurut Palestinian Prisoners’ Club, sebanyak 92 tahanan Palestina meninggal di penjara 'Israel' sejak pecahnya perang di Gaza pada Oktober 2023. Al Jazeera melaporkan bahwa otoritas 'Israel' saat ini menahan sekitar 9.350 warga Palestina, termasuk 90 perempuan dan lebih dari 350 anak.

Kesaksian Arar muncul di tengah sorotan terhadap penggunaan penahanan administratif oleh 'Israel'Loay Arar menyampaikan gambaran suram tentang kondisi para tahanan di penjara-penjara pendudukan (Al Jazeera). Dalam mekanisme tersebut, seseorang dapat ditahan tanpa dakwaan atau persidangan berdasarkan informasi yang disebut bersifat rahasia. Data Palestinian Prisoners’ Club dan Commission of Detainees and Ex-Detainees Affairs juga menunjukkan bahwa perintah penahanan administratif terhadap warga Palestina masih terus diterbitkan dan diperpanjang pada 2026. (zarahamala/arrahmah.id)